Yonif 142/KJ dan PT SAS Bagikan 10.000 Masker ke Warga Jambi, Mulai dari Kota Jambi hingga Sarolangun

Penulis: Hamzah Effendi  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:25:32 WIB
Yonif 142/KJ bersama PT SAS membagikan 10.000 masker kepada warga di sejumlah wilayah Jambi, dari Kota Jambi hingga Sarolangun, sebagai respons atas kabut asap karhutla.

JAMBI — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat mendorong Yonif 142/KJ turun langsung ke lapangan. Sebanyak 10.000 masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, sebagai langkah respons cepat atas memburuknya kualitas udara.

Sinergi TNI dan Perusahaan dalam Penanganan Karhutla

Pembagian masker ini merupakan wujud kolaborasi antara TNI dan pihak swasta. PT SAS tidak hanya mendukung penyediaan masker, tetapi juga menyiagakan Emergency Response Team (ERT) yang diperkuat personel firefighter terlatih, water truck, serta perlengkapan pemadaman untuk mengantisipasi meluasnya karhutla.

Pasiops Yonif 142/KJ, Letda Inf Alfredo Massie, menegaskan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat adalah bagian dari pengabdian. "Dalam kondisi seperti ini, kami ingin membantu semaksimal mungkin agar masyarakat yang terdampak kabut asap mendapatkan perlindungan," ujarnya.

ERT PT SAS dan Manggala Agni Siaga di Sarolangun

Tim ERT PT SAS disebut telah berkoordinasi dengan Manggala Agni untuk merespons potensi karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Sarolangun. Sebelumnya, tim ini juga turut menangani kebakaran di seberang Embung Beluru, Kecamatan Pauh, pada Senin (17/8/2026).

Selain aksi tanggap darurat, upaya pencegahan juga digencarkan. PT SAS bersama UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun menggelar edukasi kepada masyarakat Desa Seko Besar dan Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kamis (20/8/2026). Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menjaga kawasan hutan, aktivitas yang berpotensi merusak, serta konsekuensi hukum bagi pelanggar.

Pencegahan Karhutla Dimulai dari Kesadaran Masyarakat

Yonif 142/KJ menilai keterlibatan warga menjadi kunci utama pencegahan karhutla. Upaya tidak hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi harus dimulai dari kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan ikut menjaga kawasan hutan.

Dengan semangat "Bersama Rakyat, TNI Kuat", kehadiran prajurit diharapkan tidak sekadar memberi bantuan, tetapi juga membangun rasa aman dan semangat gotong royong. Bantuan sederhana berupa masker ini dinilai penting untuk melindungi warga yang sehari-hari terpapar udara tidak sehat akibat kabut asap.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top