JAMBI — Sebelumnya, komplikasi Heart Rate versi kecil hanya menampilkan ikon aplikasi tanpa informasi berguna. Pengguna yang ingin melihat data detak jantung harus membuka aplikasi secara manual atau menggunakan komplikasi versi lebar yang memakan lebih banyak ruang di watch face.
Pada Series 12 dan Ultra 4, komplikasi kecil tersebut sudah bisa menampilkan pembacaan detak jantung terkini. Artinya, pengguna dapat menempatkannya di slot komplikasi yang lebih kecil tanpa kehilangan fungsi informatif.
Perubahan ini dimungkinkan oleh Health Sensing System baru yang tertanam di Series 12 dan Ultra 4. Sistem ini membaca detak jantung setiap lima detik, atau 60 kali lebih sering dibanding Apple Watch generasi sebelumnya.
Frekuensi pembacaan yang jauh lebih tinggi membuat komplikasi dapat menampilkan hasil secara near-real-time. Komplikasi versi lebar tetap diperlukan untuk menampilkan konteks waktu pembacaan, tetapi versi kecil kini sudah cukup untuk memberikan informasi detak jantung terkini.
Apple Watch Series 12 sudah dapat dipesan lebih awal dengan harga mulai 399 dolar AS (setara Rp 6,6 juta). Sementara itu, Apple Watch Ultra 4 dibanderol mulai 799 dolar AS (setara Rp 13,2 juta).
Kedua model tersebut dijadwalkan meluncur pada 18 September, sekitar satu minggu setelah masa pre-order dibuka. Pengguna di Indonesia biasanya perlu menunggu ketersediaan resmi beberapa waktu setelah peluncuran global.
Bagi pengguna yang rutin memantau kesehatan jantung, komplikasi kecil yang informatif memberi kemudahan akses tanpa harus mengorbankan slot watch face untuk komplikasi besar. Pemantauan detak jantung istirahat menjadi lebih praktis, terutama bagi mereka yang menjadikannya indikator kebugaran dan manajemen stres.
Perubahan ini terkesan kecil, tetapi termasuk jenis penyempurnaan yang membuat perangkat terasa lebih matang dari waktu ke waktu. Apple belum mengonfirmasi apakah fitur serupa akan hadir di watchOS 27 untuk model lama melalui pembaruan perangkat lunak.