Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi meluncurkan platform SatuBeasiswa Indonesia sebagai wadah terpusat informasi beasiswa. Platform ini mencatat 71 program aktif dengan total dana Rp16,37 triliun dan menyasar lebih dari 853.000 penerima manfaat.
JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan platform ini dibangun untuk mengatasi fragmentasi informasi beasiswa. "Informasi beasiswa dari seluruh mitra kita satukan dalam satu wadah," ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Kemdiktisaintek.
Dengan penggabungan itu, informasi beasiswa menjangkau calon penerima di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil. Platform ini terbuka bagi calon mahasiswa, mahasiswa aktif, alumni, dan masyarakat umum melalui situs https://satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/beasiswa.
Data per 15 September 2026 mencatat 71 program beasiswa aktif di platform SatuBeasiswa Indonesia. Dari jumlah itu, terdapat 465 jenis beasiswa dari berbagai penyelenggara dengan total dana sekitar Rp16,37 triliun.
Penerima manfaat yang tercatat mencapai lebih dari 853.000 orang, dari total kuota sekitar 1,22 juta. Artinya, masih tersedia sekitar 367.000 kuota yang belum terisi dan bisa dimanfaatkan calon pendaftar.
Sumber pendanaan didominasi organisasi filantropi dengan 340 jenis. Pemerintah daerah menyumbang 54 jenis, disusul pemerintah pusat dan perusahaan/korporasi yang masing-masing mencatatkan 27 jenis. Perguruan tinggi melengkapi daftar dengan 17 jenis beasiswa.
SatuBeasiswa Indonesia bukan satu program beasiswa tunggal yang bisa langsung didaftar pengguna. Platform ini berfungsi sebagai basis data terpusat dan alat pencarian peluang bantuan pendidikan.
Fitur utamanya adalah database yang menyatukan program dari berbagai mitra, dilengkapi fitur pencarian. Pengguna dapat menelusuri peluang berdasarkan penyelenggara, jenis beasiswa, maupun sumber pendanaan.
Dengan model ini, calon pendaftar tidak lagi berpindah-pindah kanal untuk mencari informasi. Data yang sebelumnya tersebar di situs kementerian, pemerintah daerah, perusahaan, hingga lembaga filantropi kini terkumpul dalam satu titik akses.
Selama ini, informasi beasiswa kerap hanya beredar di lingkaran terbatas, seperti grup alumni sekolah atau media sosial kampus tertentu. Calon penerima dari daerah dengan akses internet terbatas pun sering ketinggalan jadwal pendaftaran.
Pemerintah menargetkan platform ini menjadi kanal resmi yang bisa diakses siapa saja tanpa perantara. Data 465 jenis beasiswa dari filantropi, pemda, pemerintah pusat, korporasi, dan perguruan tinggi menunjukkan luasnya sumber pendanaan yang selama ini belum terpetakan secara utuh.
Dengan total kuota sekitar 1,22 juta penerima, platform ini berpotensi memperluas jangkauan bantuan pendidikan. Masyarakat dapat langsung mengunjungi https://satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/beasiswa untuk melihat daftar program yang tersedia.
| Program aktif | 71 program beasiswa |
| Total jenis beasiswa | 465 jenis |
| Total dana | ±Rp16,37 triliun |
| Penerima manfaat | 853.000+ dari ±1,22 juta kuota |
Akses di satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/beasiswa. Sumber pendanaan: filantropi (340 jenis), pemda (54), pemerintah pusat (27), perusahaan (27), dan perguruan tinggi (17).