Polda Jambi dan BPOM Jambi Perkuat Pengawasan Obat, Kosmetik, dan Pangan Olahan di 11 Kabupaten Kota

Penulis: Mukhtar Latif  •  Kamis, 24 September 2026 | 05:46:01 WIB
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dan Kepala Balai POM di Jambi Agus Riyanto memimpin audiensi penguatan pengawasan produk di Jambi.

JAMBI — Audiensi antara Polda Jambi dan Balai POM di Jambi dihadiri langsung Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar beserta Kepala Balai POM di Jambi Agus Riyanto. Turut hadir Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol. Taufik Nurmandia dan Dirnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Made Palguna.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi. Tujuannya memastikan produk yang beredar di tengah masyarakat memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan standar yang ditetapkan.

Apa Saja yang Jadi Fokus Pengawasan?

Pengawasan mencakup empat kategori produk yang beredar luas di pasaran Jambi. Obat, kosmetik, sediaan farmasi, dan pangan olahan menjadi prioritas karena paling dekat dengan konsumsi harian warga.

Koordinasi kedua institusi diarahkan pada peningkatan pengawasan serta pencegahan peredaran produk ilegal. Produk yang Tidak Memenuhi Standar (TMS) juga masuk dalam radar penindakan.

"Kapolda Jambi menegaskan pentingnya sinergitas antara Polda Jambi dan BPOM Jambi dalam melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar di masyarakat. Hal ini merupakan langkah bersama untuk memastikan masyarakat mendapatkan produk yang aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan," ujar Kabid Humas Polda Jambi.

Pencegahan dan Penindakan Jalan Bersamaan

Pendekatan yang dipakai tidak berhenti pada imbauan preventif. Jika ditemukan pelanggaran, penindakan hukum jadi langkah lanjutan yang disiapkan kedua institusi.

"Pengawasan tidak hanya dilakukan secara preventif, tetapi juga perlu diikuti dengan langkah penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran. Polda Jambi siap berkolaborasi dengan BPOM Jambi dalam menindak peredaran produk ilegal dan produk yang tidak memenuhi standar sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," jelasnya.

Kolaborasi ini melibatkan pertukaran informasi berkelanjutan antara kepolisian dan otoritas pengawas obat dan makanan. Deteksi dini terhadap potensi pelanggaran jadi salah satu target utama.

Mengapa Koordinasi Rutin Diperlukan?

Peredaran produk ilegal di daerah sering berpindah jalur dan modus. Tanpa koordinasi rutin, celah pengawasan bisa terbuka di titik-titik tertentu seperti pasar tradisional, toko kosmetik, hingga penjualan daring.

Kapolda Jambi menekankan pentingnya pertukaran informasi yang berkelanjutan antara kedua institusi. Langkah itu untuk mengantisipasi potensi peredaran produk yang dapat membahayakan masyarakat.

"Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat perlindungan kepada masyarakat. Dengan sinergitas dan koordinasi yang baik, setiap potensi pelanggaran dapat lebih cepat dideteksi, dicegah, dan ditindaklanjuti," ungkapnya.

Sinergi Polda Jambi dan BPOM Jambi menyasar seluruh wilayah Provinsi Jambi yang mencakup 11 kabupaten dan kota. Setiap potensi pelanggaran diharapkan bisa ditindaklanjuti lebih cepat berkat koordinasi yang terbangun.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: rjnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top