JAMBI — Indonesia menempati posisi kelima dalam daftar destinasi Asia dengan kunjungan ulang terbanyak versi platform pemesanan Agoda, bersanding dengan Jepang, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Peringkat ini dihitung dari data pemesanan akomodasi wisatawan yang kembali ke negara yang sama dalam periode tertentu. Posisi Indonesia menguatkan sinyal bahwa wisatawan tidak sekadar singgah sekali, tetapi memilih kembali untuk liburan berikutnya.
Jepang memuncaki daftar kunjungan ulang wisatawan di Asia, disusul Thailand di posisi kedua, Vietnam ketiga, dan Malaysia keempat. Indonesia melengkapi lima besar sebagai negara kelima yang paling banyak dipilih kembali oleh wisatawan berdasarkan data pemesanan Agoda. Urutan ini menunjukkan persaingan destinasi Asia yang semakin ketat, terutama di kawasan ASEAN.
Malaysia tercatat sebagai negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara dalam dua tahun terakhir. Negeri Jiran itu menggeser Thailand dan mempertahankan posisinya sebagai tujuan utama di kawasan ASEAN.
Pada 2025, Malaysia menerima 42,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara, naik 11,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Tren berlanjut pada paruh pertama 2026 dengan 21,12 juta kedatangan atau tumbuh 2,5 persen dari periode yang sama 2025.
Sejumlah faktor menopang pertumbuhan itu: kebijakan visa yang lebih longgar, peningkatan infrastruktur, konektivitas regional yang menguat, serta penyelenggaraan berbagai acara internasional. Malaysia juga memiliki bandara terbesar di Asia Tenggara berdasarkan luas lahan.
Pemerintah Malaysia membidik China, Indonesia, Jepang, dan India sebagai pasar utama untuk menjaga pertumbuhan kunjungan. Indonesia disebut sebagai salah satu negara penting untuk mempertahankan jumlah wisatawan ke Malaysia.
Selain memperkuat konektivitas, Malaysia memperkaya pengalaman wisatawan lewat wisata kuliner. Salah satu paket yang ditawarkan adalah tur durian dengan konsep makan durian sepuasnya.
Masuknya Indonesia ke lima besar daftar Agoda menandakan wisatawan kembali memilih Indonesia sebagai tujuan liburan, bukan hanya sekali jalan. Posisi ini sejalan dengan tren kunjungan ulang yang juga tercatat di Jepang, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Bagi traveler yang merencanakan liburan keluarga atau solo, data ini bisa jadi pertimbangan memilih destinasi. Destinasi dengan tingkat kunjungan ulang tinggi umumnya punya ekosistem wisata yang matang, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga atraksi yang mudah diakses.
Angka dalam daftar ini merujuk pada pemesanan akomodasi melalui Agoda, sehingga tidak mencakup seluruh perjalanan wisatawan. Untuk informasi tarif, jam operasional, dan paket wisata terkini di destinasi pilihan, wisatawan disarankan mengonfirmasi langsung ke penyedia layanan atau dinas pariwisata setempat.
Durasi ideal kunjungan bergantung pada destinasi yang dipilih. Untuk kota besar, tiga hingga empat hari cukup untuk menyisir atraksi utama, sementara wilayah dengan kekayaan alam dan budaya butuh waktu lebih panjang.