JAMBI — Kepala Stasiun Klimatologi Jambi, Darmadi, menyampaikan prediksi tersebut dalam press release Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 Provinsi Jambi. Menurutnya, empat ZOM yang masuk lebih awal mencakup sebagian besar Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Kota Jambi, Batanghari, sebagian besar Sarolangun, sebagian kecil Merangin, sebagian besar Tebo, dan Kabupaten Bungo.
Sementara tujuh ZOM yang baru memasuki musim hujan pada November 2026 meliputi sebagian kecil Tanjung Jabung Barat, sebagian kecil Tanjung Jabung Timur, sebagian kecil Sarolangun, sebagian besar Merangin, sebagian kecil Bungo, Kabupaten Kerinci, dan Kota Sungai Penuh.
Darmadi menjelaskan, jika dibandingkan dengan kondisi normal, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Jambi mengalami kemunduran. Sekitar 55 persen wilayah diprediksi mundur hingga tiga dasarian, 36 persen mundur dua dasarian, dan 9 persen lainnya mundur satu dasarian.
"Secara umum awal musim hujan diprediksi terjadi tidak bersama di seluruh Provinsi Jambi," tutur Darmadi.
Dari sisi durasi, sekitar 82 persen wilayah Jambi juga diprediksi memiliki musim hujan yang lebih pendek dibandingkan normal.
Untuk puncak musim hujan, sekitar 73 persen wilayah Jambi diprediksi mengalaminya pada Desember 2026. Sebanyak 9 persen wilayah diperkirakan mencapai puncak pada Januari 2027, dan 18 persen lainnya pada April 2027.
BMKG mengingatkan informasi tersebut perlu dicermati pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Data ini dapat dijadikan bahan perencanaan kegiatan yang berkaitan dengan kondisi musim hujan, terutama untuk mengantisipasi dampak kemunduran awal musim dan durasi hujan yang lebih pendek.