JAMBI — Memasuki usia kehamilan 32 minggu, perut semakin besar dan napas jadi lebih cepat habis. Tidur malam sering terganggu karena sering terbangun ingin buang air kecil. Artikel ini membahas tujuh keluhan umum di usia 32 minggu, enam perubahan tubuh, serta tips menjaga kehamilan hingga persalinan.
Usia kehamilan 32 minggu menandai trimester ketiga sudah berjalan. Rahim yang terus membesar mendorong organ lain bergeser, sementara janin tumbuh cepat menjelang kelahiran. Tubuh ibu pun beradaptasi dengan caranya sendiri, dan tiap orang bisa merasakan hal berbeda.
Sejumlah keluhan muncul karena rahim makin mendesak ruang di rongga perut. Berikut tujuh di antaranya yang paling sering dialami ibu hamil di usia ini.
Kandung kemih mendapat tekanan langsung dari rahim yang membesar. Frekuensi buang air kecil pun meningkat, termasuk pada malam hari. Akibatnya, tidur malam jadi lebih sering terputus.
Berat badan yang bertambah mengubah titik gravitasi tubuh, sehingga otot punggung bekerja lebih berat. Hormon kehamilan juga melonggarkan ligamen sebagai persiapan persalinan. Kombinasi keduanya membuat pinggang dan punggung terasa pegal.
Rahim yang membesar menekan diafragma, sehingga ibu lebih cepat kehabisan napas saat beraktivitas atau berbaring. Keluhan ini umumnya normal. Namun, sesak yang datang mendadak, berat, atau disertai nyeri dada perlu segera diperiksakan.
Tekanan rahim pada lambung ditambah pengaruh hormon membuat katup antara lambung dan kerongkongan lebih rileks. Asam lambung pun lebih mudah naik dan menimbulkan sensasi panas di dada atau tenggorokan.
Duduk atau berdiri terlalu lama bisa membuat kaki, pergelangan, dan jari membengkak. Penyebabnya adalah penumpukan cairan selama kehamilan dan aliran darah dari kaki yang terhambat. Waspadai pembengkakan mendadak di wajah dan tangan, karena bisa menjadi tanda preeklamsia.
Kontraksi latihan ini membuat perut mengencang lalu kembali rileks. Polanya tidak teratur dan tidak semakin kuat atau rapat. Jika kontraksi menjadi teratur, makin kuat, atau disertai keluarnya cairan maupun perdarahan, segera hubungi tenaga kesehatan.
Perut yang besar, sering buang air kecil, nyeri punggung, heartburn, dan gerakan janin membuat tidur nyaman semakin sulit didapat. Gangguan tidur memang umum terjadi di trimester ketiga.
Berat badan terus bertambah seiring pertumbuhan janin dan perubahan jaringan tubuh. Payudara terasa lebih penuh, dan sebagian ibu mulai mengeluarkan kolostrum, cairan pertama yang menjadi sumber nutrisi bayi setelah lahir.
Perubahan kulit juga makin terlihat. Stretch mark muncul di perut, payudara, bokong, atau paha. Garis gelap di tengah perut atau linea nigra bisa tampak lebih jelas.
Posisi janin mulai jadi perhatian. Sebagian besar bayi akan berada di posisi kepala di bawah menjelang persalinan, tetapi di usia 32 minggu posisinya masih bisa berubah. Gerakan bayi juga terasa berbeda karena ruang rahim makin sempit, namun polanya seharusnya tetap teratur.
Berat dan ukuran janin terus bertambah. Otak berkembang pesat, paru-paru semakin matang, dan tulang makin kuat. Janin juga makin aktif bergerak, sekaligus mulai mempersiapkan posisi untuk lahir.
Segera cari bantuan medis jika sesak muncul tiba-tiba dan berat, nyeri dada, pembengkakan mendadak di wajah dan tangan, kontraksi teratur yang makin kuat, atau keluar cairan dan perdarahan dari vagina. Tanda-tanda ini tidak boleh ditunggu.
Usia 32 minggu membawa banyak perubahan, baik pada tubuh ibu maupun janin. Mengenali keluhan umum dan tanda bahaya membantu ibu menjalani trimester ketiga dengan lebih tenang. Jangan ragu berkonsultasi ke tenaga kesehatan bila ada yang mengganggu.