JAMBI — Gelaran Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, 9-11 Oktober 2026, memakai sistem penjurian tidak lazim untuk NMAA Ultimate Builder. Juara tidak ditentukan panel juri, melainkan lewat voting lima builder terbaik hasil kurasi Big Mike, dengan larangan memilih karya sendiri. Pemenangnya berpeluang diproduksi jadi diecast Hot Wheels skala 1:64 untuk pasar global.
Panggung modifikasi Tanah Air kembali bergulir lewat IMX 2026 yang menempati Hall 1, 2, dan 3 ICE BSD, Tangerang, pada 9-11 Oktober 2026. Mengusung tema "Next Gen Culture", ajang ini bukan sekadar pameran oprekan, tetapi pintu masuk ke rantai industri mainan global lewat program NMAA Ultimate Builder.
Ratusan mobil modifikasi mendaftar untuk ikut serta. Proses kurasi dilakukan builder internasional Big Mike, yang namanya pernah masuk 10 besar SEMA Battle of the Builders di Amerika Serikat.
Hasilnya, sekitar 200 unit lolos seleksi. Gaya yang ditampilkan beragam, mulai dari JDM, retro, stance, sampai street racing. Keragaman ini menunjukkan lanskap modifikasi Indonesia tidak lagi terpaku pada satu aliran saja.
Gelar NMAA Ultimate Builder tidak diputuskan panel juri konvensional. Penentuan juara diserahkan kepada lima builder terbaik hasil kurasi Big Mike bersama perwakilan National Modificator & Aftermarket Association (NMAA).
Kelimanya memberikan suara untuk mobil terbaik. Satu aturan penting: setiap builder dilarang memilih karya sendiri. Skema ini memaksa penilaian berbasis kualitas karya peserta lain, bukan kepentingan pribadi.
Pemenang NMAA Ultimate Builder berpeluang diproduksi sebagai mainan diecast skala 1:64 dan dijual ke pasar global. Ini yang membuat IMX 2026 berbeda dari ajang modifikasi biasa.
Kolaborasi dengan Hot Wheels menjadi jalur konkret bagi builder lokal untuk menembus pasar internasional, tidak hanya lewat pameran domestik.
IMX 2026 lewat NMAA Ultimate Builder menawarkan jalur nyata bagi builder Indonesia untuk go international melalui diecast Hot Wheels. Sistem voting antar-builder yang melarang memilih karya sendiri adalah pendekatan segar yang layak diapresiasi, meski transparansi kriteria penilaian masih perlu ditunggu. Cocok buat builder yang serius mengejar eksposur global, kurang relevan buat yang sekadar cari ajang pameran lokal.