JAMBI — Timnas Indonesia menutup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan gelar juara setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kemenangan itu justru menyalakan kembali perdebatan soal 18 pemain naturalisasi yang memperkuat Garuda sepanjang turnamen.
FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Indonesia, 21 September sampai 6 Oktober, berakhir dengan trofi untuk tuan rumah. Malaysia menyelesaikan turnamen di posisi ketiga usai mengalahkan Vietnam 1-0, sementara Thailand harus puas sebagai runner-up setelah kalah dalam drama penalti melawan Indonesia.
Di balik perayaan itu, komposisi skuad Timnas Indonesia menjadi bahan pembicaraan di kawasan. Sebanyak 18 pemain naturalisasi tercatat memperkuat Garuda, jumlah terbanyak di antara peserta turnamen.
Editor New Straits Times, Ajitpal Singh, menulis kolom yang menyoroti fenomena serupa di hampir seluruh tim peserta. Dalam artikelnya, Singh mencatat Filipina membawa 19 pemain naturalisasi, Malaysia 12, Vietnam delapan, dan Thailand paling sedikit dengan tiga pemain.
Singh mengaku tetap merasa janggal melihat pemain keturunan Brasil, Bergson Da Silva, mengenakan seragam Harimau Malaya meski tampil produktif di turnamen pertamanya.
"Di turnamen pertamanya bersama Harimau Malaya, dia menyelesaikannya dengan pencetak gol terbanyak tim dengan empat gol. Tetapi, tetap aneh melihat dia mengenakan seragam warna Harimau Malaya," tulis Singh.
Keresahan Singh menunjukkan bahwa persoalan naturalisasi tidak hanya menghantui sepakbola Indonesia, tapi juga negara tetangga yang menghadapi dilema identitas serupa.
Kekhawatiran soal nasib pemain yang lahir dan besar dari pembinaan dalam negeri sudah muncul sejak era kepelatihan Shin Tae-yong pada 2020-2024. Naturalisasi besar-besaran ketika itu memicu pertanyaan soal ruang bagi pemain pribumi di skuad utama.
Shin Tae-yong dalam sebuah wawancara di program bincang Korea Selatan pada 2021 pernah menyatakan bisa membangun Timnas Indonesia menjadi tim kuat dengan pemain naturalisasi sepenuhnya. Namun pelatih asal Korea Selatan itu juga mengakui publik Indonesia lebih senang melihat Garuda didominasi pemain asli.
Pelatih Timnas Indonesia saat ini, John Herdman, menolak pembatasan jumlah pemain naturalisasi dan lokal di skuadnya. Herdman menyapa para pendukung usai laga final melawan Thailand di Stadion GBK, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Posisi Herdman mencerminkan pendekatan praktis yang dipilih federasi: gelar juara menjadi ukuran utama, terlepas dari latar belakang pemain yang membawanya. Pertanyaan soal identitas sepakbola Asia Tenggara pun tersisa untuk dibahas setelah pesta turnamen usai.