JAMBI — Pindad Maung Garuda mulai dibagikan sebagai mobil dinas menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, dengan banderol yang diperkirakan lebih murah dari versi Presiden Prabowo Subianto. Presiden sendiri pernah menyebut harga Maung yang dipakainya berkisar Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar. Perbedaan spesifikasi disebut menjadi alasan mengapa versi menteri berpotensi dijual dengan harga lebih rendah.
Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa memastikan Maung Garuda warna putih siap didistribusikan serentak untuk menteri dan wakil menteri. Ia juga membuka peluang kendaraan ini menyasar jajaran pejabat negara lain di luar kabinet.
Sejumlah pejabat sudah terlihat menggunakan Maung Garuda, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Pendistribusiannya berjalan bertahap.
Sigit menegaskan Maung Garuda yang dipakai menteri bukan unit identik dengan yang dipakai Prabowo. Perbedaannya cukup banyak, meski ia belum memerinci apa saja yang berubah.
"Spesifikasinya beda dong (dengan presiden), cukup banyak. Tapi nanti mungkin tunggu 20 Oktober ya, nanti akan ada kejutan," ujar Sigit.
Petunjuk soal kejutan itu membuat publik menunggu apakah Pindad akan mengumumkan varian baru, harga resmi, atau skema distribusi lanjutan pada tanggal tersebut.
Mobil dinas Prabowo adalah Maung MV3 Garuda Limousine yang dirancang khusus atas arahannya. Bobotnya 2,95 ton dengan mesin berdaya 199 HP dan kecepatan maksimal 100 km/jam.
Fitur keamanannya mencakup bodi composite armor yang diklaim tahan munisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO ball dan kaliber 5,56 x 45 mm M193. Kacanya antipeluru level B5/B6.
Ban berukuran 21 inci memakai tipe Run Flat Tyre (RFT), sehingga kendaraan tetap bisa melaju meski kehilangan tekanan udara. Kombinasi ini menjelaskan mengapa versi presiden disebut lebih mahal.
Prabowo sempat membuka harga Maung yang dipakainya pada Maret lalu, saat menyindir mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur yang nilainya sekitar Rp 8 miliar.
"Saya presiden Republik Indonesia, saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta itu," tutur dia di Hambalang, Bogor, Kamis (19/3).
"Mungkin karena ini presiden, ada antipeluru, mungkin harganya Rp1 M, tapi tidak Rp8 M," ujarnya lagi.
Pernyataan itu menjadi acuan awal soal rentang harga Maung Garuda. Karena versi menteri memakai spesifikasi lebih sederhana, harga jualnya diperkirakan berada di bawah angka Rp 1 miliar.
Maung Garuda diproduksi PT Pindad sebagai bagian dari upaya menyediakan kendaraan dinas buatan dalam negeri. Distribusi ke jajaran kabinet menjadi tahap awal sebelum kemungkinan perluasan ke pejabat lain.
Belum ada keterangan resmi soal harga per unit untuk versi menteri, termasuk apakah ada skema khusus untuk pembelian dalam jumlah besar. Pengumuman pada 20 Oktober mendatang disebut akan menjawab sejumlah pertanyaan tersebut.