Nasib MotoGP Mandalika 2027 Ditentukan Prabowo, Kontrak Belum Diperpanjang

Penulis: Syafruddin Amir  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 10:52:02 WIB
Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.

JAMBI — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika setelah musim 2026 masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto, padahal Indonesia sudah masuk kalender resmi MotoGP 2027. Ketidakpastian ini muncul setelah lima musim berturut-turut Indonesia menjadi tuan rumah, dengan opsi perpanjangan hingga 2031 yang belum juga disepakati.

MotoGP Indonesia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026), menjadi penanda berakhirnya masa kontrak penyelenggaraan. Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan mengenai kelanjutan balapan tersebut berada di tangan Presiden Prabowo, dan ia berharap kepastian itu bisa disampaikan langsung oleh kepala negara.

Pernyataan Erick muncul setelah ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu sukses digelar, sekaligus menutup lima musim berturut-turut Indonesia sebagai tuan rumah. Sejak pertama kali menggelar MotoGP pada 2022, Mandalika telah menjadi salah satu sirkuit yang masuk dalam kalender resmi, namun kerja sama dengan penyelenggara kini memasuki akhir masa kontrak.

Opsi Perpanjangan hingga 2031 Belum Terwujud

Dalam kontrak sebelumnya, Indonesia sebenarnya memiliki opsi untuk memperpanjang penyelenggaraan MotoGP selama lima musim berikutnya hingga 2031. Opsi tersebut belum menghasilkan kesepakatan resmi, sehingga status Indonesia di kalender MotoGP 2027 masih menggantung meski namanya sudah tercantum.

Erick menyebut bahwa kelanjutan kerja sama ini membutuhkan kepastian dari pemerintah, khususnya Presiden Prabowo. Ia tidak merinci alasan di balik belum diperpanjangnya kontrak, namun menekankan bahwa keputusan akhir ada di tangan kepala negara.

Dampak bagi Ekonomi dan Pariwisata NTB

Mandalika bukan sekadar sirkuit balap. Sejak 2022, kawasan ini menjadi motor penggerak pariwisata Lombok dan NTB secara keseluruhan. Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara datang setiap tahun, menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.

Jika kontrak tidak diperpanjang, dampaknya akan terasa langsung bagi pelaku usaha di sekitar sirkuit yang selama ini menggantungkan pendapatan dari gelaran MotoGP. Pemerintah daerah NTB dan pengelola kawasan Mandalika berkepentingan agar kepastian segera diperoleh, mengingat persiapan event biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum balapan digelar.

Menunggu Keputusan Presiden

Erick Thohir berharap Presiden Prabowo dapat segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan MotoGP Indonesia. Menurutnya, keputusan itu penting tidak hanya bagi penyelenggara, tetapi juga bagi seluruh ekosistem yang terlibat, mulai dari sponsor, tim, hingga masyarakat Lombok.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai sikap Presiden Prabowo terhadap perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika. Indonesia masih tercatat dalam kalender MotoGP 2027, tetapi tanpa kontrak yang diperpanjang, posisi tersebut bisa berubah.

Bagi penggemar balap di Indonesia, ketidakpastian ini menjadi tanda tanya besar. Lima musim penyelenggaraan telah membangun basis penonton dan infrastruktur yang solid di Mandalika. Keputusan Presiden Prabowo dalam waktu dekat akan menentukan apakah Indonesia tetap menjadi tuan rumah MotoGP setelah 2026, atau harus rela kehilangan salah satu event internasional paling bergengsi yang dimilikinya.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top