SAROLANGUN — Gubernur Jambi Al Haris memastikan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Sarolangun masuk tahap persiapan fisik. Lahan seluas 8,09 hektare di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, sudah disiapkan Pemkab Sarolangun sebagai lokasi pembangunan.
Peninjauan site plan dan peta aksesibilitas dilakukan Al Haris setelah menghadiri rapat paripurna peringatan HUT ke-27 Kabupaten Sarolangun. Fasilitas pendidikan berkapasitas 2.550 siswa itu diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 400 miliar.
Al Haris berharap kegiatan belajar mengajar bisa dimulai awal 2027. Pemerintah akan mencari lokasi sementara sembari menunggu gedung sekolah selesai dibangun.
“Kita coba nanti, kalau bisa di awal 2027 itu kita sudah mulai menerima murid, kita mulai seperti di Kota Jambi juga. Kita akan carikan tempat sementara, agar anak-anak itu bisa bersekolah. Jadi anak masuk dulu ke situ karena pesertanya sudah mulai ada,” ujar Al Haris.
Proses penerimaan calon siswa dan seleksi tenaga pendidik disebut telah berjalan. Menurut Al Haris, persiapan sumber daya manusia dilakukan bersamaan dengan pembangunan fasilitas fisik.
“Sudah mulai sekolah, sudah mulai tes guru untuk gurunya. Jadi nanti begitu sudah selesai tinggal masuk dia. Di Kota Jambi, di kawasan Tanjung Jabung Timur, itu mereka sudah siap. Sudah mulai belajar dan kemarin waktu peresmian mereka sudah bisa pidato bahasa Inggris,” katanya.
Al Haris menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan akses pendidikan. Program ini juga menjadi upaya membantu anak-anak dari keluarga rentan mendapatkan perlindungan dan pengasuhan yang lebih baik.
“Kita harus memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan bisa masuk ke Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Untuk mempercepat realisasi, Al Haris berencana berkoordinasi dengan kementerian terkait. Percepatan dinilai perlu agar fasilitas pendidikan itu segera dimanfaatkan masyarakat.
“Nanti saya akan ngomong dengan teman-teman dari Kementerian juga, biar bisa dipercepat,” tegasnya.
Al Haris meminta Pemkab Sarolangun mengawasi pelaksanaan proyek, terutama akses menuju lokasi. Kondisi jalan yang relatif sempit dinilai berpotensi menghambat mobilitas kendaraan pengangkut material dan perlengkapan pembangunan.
“Tugas kita mengawal, mengawasi proyek ini. Karena jalannya sempit ke sini, mungkin nanti aktivitas proyek agak terkendala. Ini dibantu lah oleh pemerintah daerah, nanti kalau warga komplain misalnya lalu lintas masuk mobil bawa barang, banyak perlengkapan mereka, tolong dipantau juga, diawasi mereka biar nyaman kerja,” pesannya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi direncanakan berlangsung bertahap. Tahap pertama diprioritaskan di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Bungo, lalu Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tebo menyusul.
“Itu nanti di tahap berikutnya Merangin dengan Tebo, untuk tahap pertama itu Sarolangun dengan Bungo, dua ini dulu ya. Berarti nanti mereka di akhir 2027. Mudah-mudahan sambil melihat anggarannya, karena bisa jadi kalau ada kelebihan bisa nambah lagi,” kata Al Haris.
Bupati Sarolangun H. Hurmin menyampaikan terima kasih kepada pihak yang memperjuangkan pembangunan Sekolah Rakyat di daerahnya. Pemkab Sarolangun, kata dia, siap mengawal proyek termasuk membenahi akses jalan sekitar lokasi.
“Pemerintah Kabupaten Sarolangun sudah menyediakan lahan seluas 8,09 hektare di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kami siap mengawasi pembangunannya dan jalan di sekitar ini insya Allah kita lebarkan,” ujar Hurmin.