Pencarian

BYD Restrukturisasi Pusat Riset Jadi Lima Divisi Merek, Target Efisiensi dan Hentikan Kanibalisasi Produk

Sabtu, 20 Juni 2026 • 22:09:31 WIB
BYD Restrukturisasi Pusat Riset Jadi Lima Divisi Merek, Target Efisiensi dan Hentikan Kanibalisasi Produk
BYD restrukturisasi pusat riset menjadi lima divisi merek untuk tingkatkan efisiensi.

JAMBI — Produsen otomotif asal China, BYD, dikabarkan melakukan restrukturisasi besar-besaran pada pusat riset dan pengembangan kendaraan listriknya. Dilansir dari Car News China, Sabtu, perubahan struktur ini bertujuan mengatasi perlambatan penjualan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Alih-alih mengandalkan satu pusat teknik raksasa—Automotive Engineering Research Institute—BYD kini memecahnya menjadi lima pusat riset yang berdiri sendiri berdasarkan merek. Kelima merek tersebut adalah Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang.

Divisi Teknik Pusat Hanya Fokus pada Baterai Blade dan Platform

Dalam skema baru, divisi teknik pusat tidak lagi mengurusi pengembangan produk secara penuh. Fokus mereka kini dipersempit hanya pada teknologi inti seperti pengembangan baterai Blade, platform kendaraan listrik, dan arsitektur elektronik.

Sementara itu, pengembangan produk, perancangan kendaraan, hingga penyesuaian sasis akan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing merek. Sejumlah insinyur dari divisi teknik pusat juga akan dialihkan ke tim pengembangan di setiap lini merek.

Target Keuntungan Mandiri dan Biaya Internal Antar-Merek

Restrukturisasi ini tidak berhenti pada perubahan organisasi. BYD juga menerapkan sistem laporan laba rugi secara mandiri bagi setiap merek. Dynasty, Ocean, Denza, dan Fang Cheng Bao diwajibkan mencapai target keuntungan masing-masing. Hanya merek premium Yangwang yang untuk sementara dikecualikan dari kebijakan tersebut.

Konsekuensinya, setiap merek akan dikenakan biaya internal saat menggunakan teknologi dan aset bersama milik grup. Kebijakan ini didorong untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperjelas tanggung jawab bisnis di masing-masing lini.

Mengatasi Kanibalisasi Produk Antara Ocean dan Dynasty

Salah satu masalah kronis yang coba dipecahkan lewat restrukturisasi ini adalah tumpang tindih produk di berbagai segmen. Portofolio BYD membentang dari harga 100.000 yuan (Rp 260 jutaan) hingga lebih dari 1 juta yuan (Rp 2,6 miliar).

Penggunaan platform yang sama pada beberapa model dinilai memicu persaingan internal, terutama antara lini Ocean dan Dynasty. Dengan struktur baru ini, setiap merek diharapkan memiliki identitas produk yang lebih tajam dan tidak saling memakan pangsa pasar satu sama lain.

Tekanan Penjualan dan Ekspansi ke Segmen Premium

Perubahan strategi ini dilakukan di tengah upaya BYD memperkuat penetrasi di segmen premium. Sejumlah model baru telah diluncurkan, termasuk SUV keluarga Great Tang dan sedan listrik Seal 08.

Langkah ini juga bertepatan dengan penurunan penjualan BYD sekitar 20 persen pada lima bulan pertama 2026. Selama periode itu, perusahaan hanya membukukan penjualan sekitar 1,405 juta unit kendaraan—angka yang masih besar tetapi menunjukkan tren perlambatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks