Pencarian

TPK Hotel Berbintang di Jambi Tembus 57,37 Persen pada Juni 2026, Tamu Mancanegara Mulai Masuk

Senin, 03 Agustus 2026 • 19:42:01 WIB
TPK Hotel Berbintang di Jambi Tembus 57,37 Persen pada Juni 2026, Tamu Mancanegara Mulai Masuk
Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang di Jambi mencapai 57,37 persen pada Juni 2026.

JAMBI — Geliat pariwisata Jambi mulai terlihat jelas pada Juni 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 57,37 persen, naik signifikan dari posisi Mei 2026 yang berada di angka 53,04 persen.

Kenaikan okupansi ini sejalan dengan bertambahnya jumlah wisatawan yang menginap. Tercatat 61.269 orang menginap di hotel berbintang sepanjang Juni, meningkat 5,96 persen dari bulan sebelumnya yang hanya 57.825 orang.

7 dari 1.000 Tamu Hotel di Jambi adalah Wisatawan Asing

Dari total kunjungan tersebut, rasio tamu mancanegara berada di angka 0,007 persen atau setara 7 wisatawan asing dari setiap 1.000 tamu. Rata-rata lama menginap (length of stay) wisatawan di hotel berbintang Jambi tercatat 1,67 hari.

Angka ini menjadi sinyal positif bagi industri perhotelan dan pelaku usaha pariwisata di Jambi, yang selama ini mengandalkan kunjungan domestik sebagai motor utama pergerakan ekonomi.

Ekspor Jambi Turun Tipis, Industri Pengolahan Masih Dominan

Berbeda dengan sektor pariwisata yang menguat, kinerja perdagangan luar negeri Jambi justru mengalami koreksi. Nilai ekspor asal Jambi pada Juni 2026 tercatat US$190,78 juta, turun 2,02 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai US$194,72 juta.

Singapura, Jepang, Malaysia, India, dan Amerika Serikat masih menjadi lima negara tujuan utama ekspor barang asal Jambi. Hingga pertengahan tahun 2026, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 50,11 persen, disusul sektor pertambangan 45,41 persen, dan pertanian 4,49 persen.

Impor Tertekan Hingga 18,73 Persen, Mesin dan Alat Angkutan Mendominasi

Di sisi impor, nilainya terpangkas cukup dalam. Impor Provinsi Jambi pada Juni 2026 hanya mencapai US$9,02 juta, anjlok 18,73 persen dari posisi Mei yang sebesar US$11,09 juta.

Pasokan barang impor terbanyak berasal dari Tiongkok, Finlandia, Amerika Serikat, Prancis, dan Malaysia. Komoditi kelompok mesin dan alat angkutan mendominasi struktur impor Jambi dengan porsi mencapai 69,27 persen, menandakan aktivitas industri di daerah ini masih bergantung pada barang modal dari luar negeri.

Dengan tren okupansi hotel yang terus menanjak dan arus ekspor yang masih stabil, perekonomian Jambi pada paruh kedua 2026 diprediksi tetap bergerak positif, ditopang sektor jasa dan pengolahan.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ampar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks