JAMBI — Satgas bencana kekeringan bentukan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi sudah bergerak sejak Juli lalu. Tim disebut telah mengirimkan air bersih ke sejumlah titik lokasi yang mengalami kekeringan di Kabupaten Muaro Jambi.
Plt Kepala BWSS VI Jambi, Ferdinanto, menyatakan pembentukan satgas ini merupakan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi masih akan berlangsung hingga September mendatang.
Hotline Pengaduan Dibuka untuk Warga Terdampak
Bagi individu maupun kelompok yang kesulitan mendapatkan air bersih, BWSS VI Jambi menyediakan kanal pengaduan resmi. Masyarakat cukup menghubungi nomor 0823-7399-2685 untuk mengajukan permohonan bantuan.
Ferdinanto menegaskan, bantuan ini hanya diperuntukkan bagi wilayah yang benar-benar terdampak kekeringan. Air bersih disalurkan untuk kepentingan masyarakat umum, bukan untuk pengisian sumur pribadi.
Kolaborasi dengan Pemda Percepat Distribusi Air
Untuk memperluas jangkauan penyaluran, BWSS VI Jambi menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat. Langkah ini diambil agar warga yang membutuhkan pasokan air bisa segera tertangani lebih cepat.
"Pak Wali Kota Jambi juga sudah menyatakan komitmennya. Kami akan berkolaborasi untuk sama-sama mendistribusikan air bersih. Oleh karena itu, informasi dari masyarakat sangat kami perlukan," jelas Ferdinanto di Kota Jambi, Selasa.
Ia menambahkan, satgas tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif melakukan pencarian titik terdampak di lapangan. Begitu menemukan lokasi yang membutuhkan, distribusi air langsung dieksekusi.
Prediksi BMKG: Kekeringan Hingga September
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kekeringan diprakirakan masih berlangsung sepanjang Agustus hingga September. Karena itu, warga diimbau segera memanfaatkan layanan hotline yang telah disiapkan balai wilayah sungai.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca ekstrem.