MUARO JAMBI — Proses penjaringan calon pimpinan Baznas Kabupaten Muaro Jambi resmi memasuki babak penentuan. Setelah melalui tahapan seleksi di tingkat daerah, berkas 10 kandidat terbaik kini berada di tangan Baznas RI untuk menjalani serangkaian uji lanjutan.
Penyerahan berkas tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, di kantor Baznas RI, Jakarta, Jumat (31/7). Ia menegaskan bahwa pengiriman nama-nama ini telah sesuai dengan mekanisme dan tahapan seleksi yang telah ditetapkan.
Verifikasi Administrasi Jadi Gerbang Pertama di Baznas Pusat
Junaidi menyebut, Baznas RI akan memulai proses verifikasi administrasi terhadap seluruh peserta yang diusulkan. Proses ini diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari sebelum nantinya dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
"Hari ini nama-nama yang masuk 10 besar calon pimpinan Baznas Muaro Jambi telah kita serahkan ke Baznas Pusat. Selanjutnya seluruh tahapan seleksi menjadi kewenangan Baznas RI," ujar Junaidi dalam keterangannya.
Uji Kelayakan dan Wawancara Bakal Digelar di Muaro Jambi
Setelah dinyatakan lolos verifikasi administrasi, pimpinan Baznas RI dijadwalkan terbang langsung ke Kabupaten Muaro Jambi. Kedatangan mereka bertujuan untuk melaksanakan uji kelayakan dan wawancara terhadap masing-masing kandidat.
Hasil dari rangkaian tahapan tersebut nantinya akan menjadi dasar penetapan lima orang pimpinan Baznas Kabupaten Muaro Jambi untuk periode mendatang. Adapun keputusan final sepenuhnya berada di tangan Baznas Pusat.
"Siapa yang nantinya terpilih sepenuhnya merupakan keputusan dan kewenangan Baznas Pusat," tegas Junaidi.
Target: Pimpinan Baru yang Profesional dan Berintegritas
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berharap proses seleksi ini berjalan lancar dan menghasilkan pimpinan Baznas yang profesional serta berintegritas. Harapan ini disertai dengan target peningkatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk kesejahteraan masyarakat setempat.
Terpilihnya lima pimpinan definitif nantinya diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Muaro Jambi, yang selama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat di daerah tersebut.