Pencarian

IHSG Ditutup Menguat 1,37 Persen ke 6.319,61, Data Inflasi dan Manufaktur AS Jadi Pemicu

Selasa, 04 Agustus 2026 • 22:44:31 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,37 Persen ke 6.319,61, Data Inflasi dan Manufaktur AS Jadi Pemicu
Petugas memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/8/2026). IHSG ditutup menguat 1,37 persen ke level 6.319,61.

JAKARTA — Laju IHSG betah di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan. Sebanyak 420 saham berhasil naik, sementara 234 saham melemah dan 309 saham tidak bergerak nilainya. Total frekuensi transaksi tercatat 2.112.000 kali dengan volume saham diperdagangkan mencapai 32,39 miliar lembar senilai Rp12,95 triliun.

Sentimen positif datang dari dalam negeri setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Juli 2026 yang secara tahunan turun ke level 2,88 persen year on year (yoy). Angka ini masih berada dalam kisaran target sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Inflasi Terjaga dan Neraca Dagang Membaik

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai inflasi yang terjaga merupakan buah dari konsistensi kebijakan moneter serta sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah.

"Ini menunjukkan terjaganya dalam kisaran sasaran tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia Juni 2026 mencatat defisit 0,45 miliar dolar AS. Angka ini membaik dibandingkan defisit 1,61 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari-Juni 2026 tetap surplus 3,58 miliar dolar AS.

Data PDB Kuartal II dan Manufaktur AS Dinanti Pasar

Pelaku pasar kini mengarahkan perhatian pada rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang dijadwalkan keluar pekan ini. Dari mancanegara, indeks manufaktur AS (ISM Manufacturing) yang naik dari 53,3 menjadi 55,6 ikut mendorong optimisme. Kenaikan tersebut merupakan laju tercepat sejak lebih dari empat tahun terakhir.

"Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan yang mendorong kenaikan produksi, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar ketenagakerjaan," jelas Nico.

Di sisi lain, pasar masih memantau perkembangan geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran soal pembukaan kembali Selat Hormuz tengah berlangsung, namun Iran membantah adanya negosiasi. Kabar baiknya, pertemuan Iran dengan Oman menunjukkan progres untuk meningkatkan lalu lintas melalui selat tersebut.

Sepuluh Sektor Menguat, Properti Pimpin Kenaikan

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 2,57 persen. Disusul sektor transportasi & logistik serta sektor barang baku yang masing-masing naik 1,94 persen dan 1,86 persen. Satu-satunya sektor yang melemah adalah barang konsumen non primer yang turun 0,37 persen.

Saham-saham dengan penguatan harga terbesar hari ini adalah ENZO, PADA, PRDL, HDFA, dan MBTO. Sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada saham BACH, TMPO, KOCI, OMRE, dan JELI.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa ditutup menghijau. Indeks Nikkei menguat 0,23 persen ke 63.899,00, Shanghai naik 0,33 persen ke 3.822,28, Kospi melonjak 1,62 persen ke 6.358,95, dan Kuala Lumpur menguat 0,40 persen ke 1.732,66. Hanya Hang Seng yang melemah 0,60 persen ke 25.852,92.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks