Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp17.879 per Dolar AS, Analis Sebut Sentimen Geopolitik Timur Tengah Masih Menekan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 11:26:01 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.879 per Dolar AS, Analis Sebut Sentimen Geopolitik Timur Tengah Masih Menekan
Rupiah melemah tipis ke level Rp17.879 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis.

JAKARTA — Pasar valuta asing domestik kembali menunjukkan tekanan pada rupiah di awal perdagangan Kamis. Berdasarkan data Antara, mata uang Garuda melemah tipis 0,01 persen dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.877 per dolar AS.

Amru menjelaskan, tensi geopolitik yang belum mereda menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan rupiah. Perkembangan terbaru soal Iran dan Selat Hormuz dinilai pasar berisiko mempengaruhi pasokan serta harga energi dunia.

Enam Syarat Iran untuk Buka Kembali Selat Hormuz

Mengutip Anadolu, Iran disebut memberikan enam syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat agar Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Syarat tersebut mulai dari mengakhiri ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran, menghentikan aksi militer secara permanen, hingga menarik seluruh kekuatan laut dan udara AS yang terlibat blokade.

Selain itu, Teheran juga meminta kompensasi atas kerugian selama konflik, pencabutan sanksi, serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan. Langkah ini kian mempertegas ketegangan di jalur pelayaran tersibuk dunia itu.

Di sisi lain, Iran tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang melarang kapal militer dan komersial dari negara yang dianggap "musuh" memasuki Selat Hormuz tanpa persetujuan Teheran. Langkah ini berpotensi memperbesar risiko gangguan distribusi minyak mentah global.

Inflasi AS Sejalan dengan Ekspektasi, Spekulasi Suku Bunga The Fed Menguat

Dari eksternal, rilis indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Juli menjadi sentimen lain yang diperhatikan pelaku pasar. Inflasi umum tercatat naik 0,1 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan, sejalan dengan konsensus pasar.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan. Baik inflasi umum maupun inti, keduanya sedikit melandai dibandingkan bulan Juni.

Data tersebut mendorong pasar uang meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada pertemuan September. Fed Fund Futures memperhitungkan probabilitas sekitar 60 persen bank sentral AS menahan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen, naik dari prediksi pekan sebelumnya yang berada di atas 45 persen.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Jangka Pendek

Menghadapi kombinasi tekanan eksternal tersebut, Amru memperkirakan rupiah akan bergerak konsolidatif dalam jangka pendek. Peluang penguatan dinilai masih terbatas dengan kisaran pergerakan di level Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks