MUARO JAMBI — Puluhan personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah di lahan gambut Desa Londerang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Kebakaran yang melanda vegetasi sawit dan semak belukar di lahan milik perusahaan dan warga ini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga Kamis (13/8/2026).
Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah memastikan personelnya sudah berada di lokasi untuk membantu upaya pemadaman. "Personel Polres sudah bergabung dengan personel Polda bersama stakeholder lainnya tingkat provinsi dan kabupaten sudah di TKP," ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Manggala Agni dan Helikopter Waterbombing Diterjunkan
Petugas Manggala Agni Daops Sumatera IX/Kota Jambi tercatat sebagai garda terdepan dalam operasi pemadaman ini. Mereka tidak bekerja sendirian, melainkan bersama TNI, Polda Jambi, Polres Muaro Jambi, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Muaro Jambi, dan RPK PT PHL.
Total personel yang turun ke lapangan mencapai puluhan orang. Rinciannya, 11 personel Manggala Agni, 3 personel TNI, 7 personel Polda Jambi dan Polres Muaro Jambi, 3 personel BPBD Provinsi Jambi, 4 personel BPBD Muaro Jambi, serta 39 personel RPK PT PHL.
Petugas tidak hanya melakukan pemadaman lewat jalur darat. "Di lokasi tim dibantu beberapa pihak terkait dan termasuk helikopter waterbombing," kata Petugas Manggala Agni, Rinaldi dalam laporannya, Kamis (13/8/2026).
Penyisiran Sayap Api Jadi Kunci agar Kebakaran Tak Meluas
Strategi pemadaman difokuskan pada penyisiran sayap api. Langkah ini ditempuh agar kobaran api tidak merembet ke area yang lebih luas, mengingat karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan karena api bisa membakar di bawah permukaan tanah.
Hingga berita ini diturunkan, api masih belum sepenuhnya padam. Petugas gabungan terus mengupayakan pemadaman melalui tim darat dan penyiraman udara menggunakan helikopter waterbombing. Luas lahan yang berhasil dipadamkan baru 0,2 hektare, sementara luas total kebakaran masih dalam perhitungan petugas di lapangan.