Pencarian

IHSG Menguat ke 6.524 di Tengah Rencana BEI Ubah Harga Saham Jadi Rp1 dan Sentimen Global

Jumat, 21 Agustus 2026 • 13:43:02 WIB
IHSG Menguat ke 6.524 di Tengah Rencana BEI Ubah Harga Saham Jadi Rp1 dan Sentimen Global
IHSG menguat 0,35 persen ke level 6.524,07 pada pembukaan perdagangan Jumat (21/8).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 22,48 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.524,07 pada Jumat (21/8). Penguatan ini terjadi di tengah pelaku pasar yang mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk rencana BEI mengubah batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 per saham, serta gejolak imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menekan bursa global.

JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Rencana ini menjadi salah satu sentimen yang dicermati pelaku pasar di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi.

Selain menurunkan batas harga, BEI juga akan menghapus dua kriteria dalam Papan Pemantauan Khusus. Dua kriteria tersebut adalah ketentuan mengenai saham dengan harga rata-rata di bawah Rp51 dan likuiditas rendah dalam tiga bulan terakhir, serta kriteria terkait emiten yang tidak lagi memenuhi syarat papan pemantauan lain tetapi harga sahamnya belum mencapai Rp50.

Aturan Baru Auto Rejection: ARB 15 Persen untuk Saham Rp11–Rp200

Perubahan juga menyentuh mekanisme batasan auto rejection. Untuk auto rejection bawah (ARB), saham dengan harga Rp1–10 akan menggunakan batas Rp1 berdasarkan nilai nominal. Sementara itu, saham pada rentang harga Rp11–200, Rp201–5000, dan di atas Rp5000 akan memiliki batas ARB sebesar 15 persen.

Untuk auto rejection atas (ARA), saham dengan harga Rp1–10 tetap menggunakan batas Rp1 berdasarkan nilai nominal. Adapun saham pada rentang Rp11–200 akan memiliki ARA sebesar 35 persen, rentang Rp201–5000 sebesar 25 persen, dan saham di atas Rp5000 sebesar 20 persen.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, kebijakan ini akan diuji coba bersama Anggota Bursa (AB) pada 22 dan 29 Agustus 2026. BEI menargetkan perubahan tersebut mulai diimplementasikan pada 7 September 2026.

Yield Obligasi AS Naik, Beban Pinjaman Perusahaan Menguat

Dari sisi global, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS menjadi perhatian utama investor. U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 5 basis poin (bps) ke level 4,704 persen pada Kamis (20/8), sementara yield tenor 30 tahun juga naik 5 bps ke level 5,248 persen.

Ratna menjelaskan, kenaikan yield tersebut memicu kekhawatiran bahwa perusahaan akan menanggung biaya pinjaman yang lebih tinggi. Kondisi ini berpotensi menekan laba emiten jika kenaikan yield berlangsung lama, sehingga menghambat laju indeks bursa saham yang sedang bullish.

Harga Minyak Menguat, Bursa Eropa dan Wall Street Melemah

Di pasar komoditas, harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 2 persen pada Kamis (20/8). Penguatan ini terjadi setelah Menteri Keuangan AS menyatakan akan memberlakukan sanksi berat terhadap Iran.

Kondisi berbeda terjadi di bursa saham global. Mayoritas bursa Eropa melemah pada Kamis (20/8), dengan indeks Euro Stoxx 50 turun 0,37 persen dan DAX Jerman melemah 0,42 persen. Bursa AS Wall Street juga kompak melemah, di mana Dow Jones Industrial Average turun 1,32 persen ke 52.759,21.

Bagaimana Pergerakan Bursa Asia Jumat Pagi?

Di kawasan Asia, pergerakan indeks masih bervariasi. Indeks Nikkei melemah 0,49 persen ke 65.956,00, sementara indeks Hang Seng menguat 0,56 persen ke 25.841,76. Indeks Kospi naik 0,77 persen ke 6.905,52, dan indeks Shanghai menguat tipis 0,03 persen ke 3.905,95.

Untuk perdagangan hari ini, Ratna memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.600 jika mampu bertahan di atas level MA100. Namun, ia mengingatkan adanya sentimen negatif eksternal dan kecenderungan investor untuk mengurangi posisi menjelang akhir pekan.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks