Pencarian

OnePlus 15 Punya Celah Keamanan, Aplikasi Jahat Bisa Kuasai HP

Selasa, 29 September 2026 • 15:48:30 WIB
OnePlus 15 Punya Celah Keamanan, Aplikasi Jahat Bisa Kuasai HP
OnePlus 15 teridentifikasi memiliki dua kerentanan perangkat lunak yang memungkinkan aplikasi berbahaya menaikkan hak akses hingga level root.

JAMBI — Dua kerentanan pada perangkat lunak OnePlus 15 memungkinkan aplikasi berbahaya yang sudah terpasang menaikkan hak akses hingga level root tanpa izin pengguna. Celah yang sama juga tereproduksi di OnePlus 12 Pro dan berpotensi menyerang perangkat OxygenOS 16 lain. OnePlus mengaku sudah mengetahui masalah ini sejak Mei, tetapi belum merilis patch keamanan hingga temuan dipublikasikan pada September.

Peneliti keamanan menemukan dua celah yang menyerang lapisan perangkat lunak OxygenOS. Eksploitasi dilakukan lewat aplikasi yang sudah diinstal, bukan lewat akses fisik ke perangkat. Setelah berhasil, aplikasi tersebut bisa membaca data, mengubah sistem, hingga mengambil kendali penuh atas ponsel.

OnePlus tidak membantah temuan ini. Perusahaan menyatakan sudah mengidentifikasi masalahnya sejak Mei dan tengah menyiapkan perbaikan. Namun hingga laporan dipublikasikan ke publik pada September, belum ada pembaruan keamanan yang bisa diunduh pengguna.

Perangkat Apa Saja yang Terdampak

OnePlus 15 menjadi model utama yang dikonfirmasi rentan. Tim peneliti juga berhasil mereproduksi serangan serupa di OnePlus 12 Pro. Selain itu, perangkat lain yang menjalankan OxygenOS 16 masuk daftar berpotensi terdampak.

OnePlus dilaporkan mengaitkan celah ini dengan sejumlah model Oppo. Keduanya berada di bawah naungan grup yang sama, sehingga berbagi basis kode sistem operasi. Artinya, cakupan perangkat yang berisiko bisa lebih luas dari yang diperkirakan awal.

Bagaimana Celah Ini Bekerja

Masalahnya terletak pada mekanisme eskalasi hak akses di dalam sistem. Aplikasi biasa seharusnya berjalan di ruang terbatas dan tidak bisa menyentuh area inti Android. Dua kerentanan ini memungkinkan aplikasi menembus batas tersebut.

Begitu berhasil, aplikasi bisa mendapat akses root, level tertinggi dalam sistem Android. Dari sana, ia bisa membaca pesan, mencuri kredensial, memasang malware tambahan, atau mematikan proteksi keamanan tanpa sepengetahuan pemilik ponsel.

Yang membuat situasi ini serius, pengguna tidak perlu mengunduh file mencurigakan atau mencolokkan kabel ke komputer. Cukup satu aplikasi jahat yang lolos ke perangkat, dan celahnya bisa langsung dimanfaatkan.

Respons OnePlus dan Status Patch

OnePlus mengonfirmasi keberadaan kerentanan pada Mei. Perusahaan menyebut sedang menyiapkan perbaikan, tetapi tidak memberi tenggat resmi kapan patch akan tersedia. Sampai temuan ini dibuka ke publik pada September, pengguna masih belum menerima pembaruan keamanan apa pun.

Jeda waktu antara konfirmasi dan rilis patch ini yang jadi sorotan. Dalam standar industri keamanan, celah dengan dampak sebesar root access biasanya ditangani dengan prioritas tinggi dan tenggat ketat, terutama jika sudah menyangkut banyak model.

Yang Bisa Dilakukan Pengguna

Selama patch resmi belum turun, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa diambil pemilik perangkat OnePlus maupun Oppo dengan OxygenOS 16:

  • Hanya instal aplikasi dari Google Play Store dan hindari sumber APK tidak resmi.
  • Periksa izin aplikasi secara berkala, terutama yang meminta akses ke penyimpanan, aksesibilitas, atau administrator perangkat.
  • Aktifkan Google Play Protect untuk memindai aplikasi mencurigakan.
  • Pantau pembaruan sistem di menu Pengaturan dan segera pasang begitu tersedia.
  • Hapus aplikasi yang tidak lagi digunakan, khususnya yang berasal dari pengembang tidak dikenal.

Dampak ke Pasar Indonesia

OnePlus dan Oppo punya basis pengguna besar di Indonesia. Model Oppo dengan OxygenOS 16 yang beredar di pasar lokal berpotensi ikut terdampak jika benar terkait dengan celah yang sama. Pengguna di Indonesia sebaiknya tidak menunggu terlalu lama dan mulai membatasi pemasangan aplikasi dari luar toko resmi.

Kasus ini juga menegaskan satu hal: keamanan ponsel tidak hanya soal spesifikasi chipset atau jumlah kamera. Lapisan perangkat lunak yang dikustomisasi produsen justru sering jadi titik lemah yang paling sulit diprediksi pengguna.

Bagi yang memprioritaskan keamanan data, menahan diri dari pemasangan aplikasi sembarangan adalah pertahanan paling realistis sampai OnePlus merilis patch resminya.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gadgets360.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks