JAMBI — Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlangsung di Solo dan Yogyakarta pada 26 September hingga 4 Oktober 2026, mengangkat tema "From Local Roots to Global Recognition". Rangkaian utamanya digelar di Pura Mangkunegaran, Surakarta, dengan perluasan program ke 32 mal di 14 kota serta 150 restoran hingga akhir tahun. Perjalanan gastronomi ini juga mengajak peserta internasional menjelajah Borobudur dan Prambanan.
Kementerian Pariwisata menempatkan gastronomi sebagai daya tarik quality tourism, bukan sekadar pelengkap perjalanan. Melalui WIG 2026, pelaku kuliner, chef, hingga restaurateur didorong memperluas peluang ke jaringan internasional. Program ini juga menyasar pelaku usaha di daerah agar manfaatnya kembali ke tempat asal kuliner itu tumbuh.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut gastronomi Indonesia harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah asalnya.
"Kami ingin menjadikan gastronomi sebagai alasan untuk melakukan perjalanan, mengubah pengakuan menjadi peluang, dan memastikan ketika gastronomi Indonesia menjangkau dunia, manfaatnya kembali kepada masyarakat dan tempat di mana semuanya bermula," kata Widiyanti saat pembukaan WIG 2026 di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Sabtu (26/9/2026).
Rangkaian Acara WIG 2026
Pembukaan di Pura Mangkunegaran dihadiri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN H.E. Fabien Penone, serta Wali Kota Surakarta Respati Ardi. Sejumlah mitra, chef, gastronom, dan pelaku industri hospitalitas turut hadir.
Selama sembilan hari rangkaian utama di Solo dan Yogyakarta, sejumlah mata acara digelar:
- WIG Talks and Forum: menghadirkan 22 pembicara dalam lima sesi diskusi dan satu sesi ulasan buku, dengan target 300 peserta.
- WIG Artisan Market: berlangsung 2–4 Oktober 2026 di Grand Hotel de Djokja, menghadirkan 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta serta 13 kolaborator untuk lokakarya dan food tasting. Targetnya 1.300 pengunjung selama tiga hari.
- Culinary Festival: digelar bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) pada 7 Oktober–1 November 2026, melibatkan 32 mal di 14 kota.
- Indonesia Restaurant Months: bekerja sama dengan Priceless by Mastercard, melibatkan 150 restoran.
- Chef collaboration: digelar di sejumlah hotel dan restoran di Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo.
Perjalanan Gastronomi hingga Candi Borobudur
WIG 2026 mengundang 18 perwakilan media dan tastemakers, terdiri atas 13 peserta internasional dan lima media nasional. Sejumlah nama berasal dari Forbes Travel Guide, La Liste, The World's 50 Best, dan CNN International.
Mereka mengikuti perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta, mengunjungi rumah makan dan ruang kuliner, serta menikmati destinasi unggulan seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Perjalanan itu dilengkapi pengalaman wellness khas kedua kota.
Kenapa Solo dan Yogyakarta
Perjalanan WIG dimulai pada 2025 di Jakarta dan Bali. Kedua daerah itu dipilih sebagai gerbang internasional utama Indonesia sekaligus pasar kuliner yang telah berkembang. Penyelenggaraan perdana menjadi platform memperlihatkan kesiapan dan kreativitas industri restoran Indonesia kepada dunia.
WIG lalu memperkenalkan narasi gastronomi yang tidak hanya menampilkan makanan, tetapi juga chef, produsen, restaurateur, serta tradisi yang membentuk pengalaman kuliner Indonesia.
"Jika pada 2025 kami memulai dari Jakarta dan Bali, tahun ini kami ingin masuk lebih dalam ke akar yang membentuk gastronomi," ujar Widiyanti.
Bagi traveler yang ingin menyusun perjalanan kuliner sendiri, rangkaian Culinary Festival di 32 mal dan Indonesia Restaurant Months di 150 restoran bisa jadi acuan. Jadwal lengkap tiap kota sebaiknya dikonfirmasi ke Kementerian Pariwisata atau pengelola mal setempat sebelum berangkat.