Pencarian

Telkom Spin-Off InfraNexia, 90 Persen Aset Jaringan Rp 85,7 T Pindah

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:21:01 WIB
Telkom Spin-Off InfraNexia, 90 Persen Aset Jaringan Rp 85,7 T Pindah
RUPSLB Telkom menyetujui pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

JAMBI — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi memisahkan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) setelah pemegang saham independen menyetujuinya dalam RUPSLB, Rabu (30/9/2026). Langkah ini memindahkan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom, dengan nilai transaksi sekitar Rp 85,7 triliun, ke perusahaan operasi baru. Bagi pelaku industri digital, konsolidasi ini membuka akses jaringan fiber optic yang lebih luas di seluruh Indonesia.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom yang digelar secara daring juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyebut pembentukan InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30.

Strategi itu diarahkan untuk mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis. "Sejalan dengan hal tersebut, langkah ini juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antarentitas secara berkelanjutan," ujar Nanang.

Skala Jaringan yang Dikonsolidasikan

Telkom dan InfraNexia telah menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2. Lewat tahapan ini, lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia.

Secara keseluruhan, skala aset yang berpindah mencakup sekitar 112 ribu kilometer jaringan fiber optic. Di dalamnya termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik. Nilai transaksi keseluruhan mencapai sekitar Rp 85,7 triliun.

"Hal ini memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia," lanjut Nanang.

Dampak ke Pelaku Industri Digital

InfraNexia diarahkan untuk mempertajam fokus bisnis dan meningkatkan produktivitas aset infrastruktur. Targetnya, kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup ikut terdongkrak.

Penyedia layanan internet, operator telekomunikasi, hingga perusahaan berbasis data di daerah akan menjadi pihak yang paling merasakan perubahan ini. Mereka bisa menyewa kapasitas jaringan fiber optic InfraNexia tanpa harus membangun infrastruktur sendiri.

"Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri," kata Nanang.

Tata Kelola dan Arah Transformasi

Perubahan susunan pengurus perseroan yang disetujui RUPSLB diharapkan memperkuat tata kelola. Menurut Nanang, hal itu sekaligus berkontribusi pada peningkatan kinerja perseroan dan mendukung suksesnya agenda transformasi TLKM 30.

Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan memberi dampak nyata terhadap kinerja dan value creation. Perusahaan juga menargetkan kontribusi yang lebih besar bagi ekosistem digital Indonesia.

Nanang optimistis langkah ini membuat bisnis TelkomGroup semakin fokus dan kompetitif. Setiap aset strategis yang dimiliki diharapkan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Bagi investor, pemisahan ini menandai babak baru struktur bisnis Telkom: dari perusahaan yang mengelola jaringan sekaligus layanan, menjadi holding yang mengawasi entitas-entitas dengan peran masing-masing. Pasar akan menantikan seberapa cepat InfraNexia mengubah aset infrastruktur raksasa itu menjadi pendapatan berulang.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks