JAMBI — Rio Ferdinand mendesak Jorge Jesus segera meminta maaf kepada Cristiano Ronaldo. Mantan rekan setim Ronaldo di Manchester United itu menilai krisis Timnas Portugal murni masalah komunikasi yang bisa diselesaikan lewat pertemuan empat mata, bukan lewat keputusan sepihak.
Perseteruan Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo memanas setelah penyerang berusia 41 tahun itu tidak dimainkan sama sekali dalam kemenangan Portugal 2-1 atas Norwegia pada akhir September. Ronaldo memilih meninggalkan pusat latihan Portugal karena Jorge Jesus menolak menjamin posisinya di pertandingan berikutnya.
Rio Ferdinand angkat bicara. Mantan bek dan kapten Timnas Inggris itu menilai Jorge Jesus berada di ujung tanduk jika tidak segera melunak. Menurutnya, Federasi Sepakbola Portugal (FPF) perlu mempertemukan semua pihak yang terlibat sebelum situasi makin runyam.
Ferdinand: Pelatih Harus Minta Maaf di Depan Publik
Ferdinand tidak main-main dengan tuntutannya. Ia menyebut Jorge Jesus wajib mengakui kesalahannya secara terbuka, bukan sekadar menyelesaikan masalah di ruang tertutup.
"Si pelatih [Jorge Jesus] harus datang dan minta maaf... atau kalau tidak, dia akan dipecat," sebut Rio Ferdinand dilansir A Bola. "Dia harus bicara di depan publik dan mengatakan, 'Dengar, saya salah menilai situasinya.'"
Ferdinand menegaskan seluruh krisis ini seharusnya bisa dicegah dengan komunikasi yang baik. Ia mengaku pernah menyampaikan hal serupa soal Roberto Martinez di Piala Dunia, dan menilai situasi dengan pelatih Portugal saat ini tidak jauh berbeda.
"Semua ini seharusnya bisa dicegah dengan komunikasi yang baik. Saya pernah mengatakan hal serupa di Piala Dunia dengan Roberto Martinez, dan saya kira sama dengan pelatih yang sekarang," ujarnya.
Ronaldo Masih Punya Peran, tapi Harus Ada Kesepakatan
Ferdinand meyakini Ronaldo belum habis sebagai pemain Timnas Portugal. Ia menilai kontribusi Ronaldo masih dibutuhkan, asalkan peran penyerang berusia 41 tahun itu disepakati sejak awal, bukan ditentukan mendadak.
"Ronaldo toh masih punya peran untuk dimainkan, saya percaya. Pertanyaannya adalah apakah dia akan jadi starter, seorang pemain pengganti yang penting di banyak pertandingan, atau bahkan start di beberapa pertandingan dan kemudian jadi pengganti di pertandingan lainnya? Itulah obrolan yang perlu diadakan, dan kemudian ini hanya soal kesepakatan saja," jelasnya.
Mantan pemain berusia 47 tahun itu menutup argumennya dengan sindiran soal tanggung jawab pelatih. Menurutnya, mengatur pemain sekelas Ronaldo sama pentingnya dengan mengatur taktik tim.
"Pelatih-pelatih seperti ini kan dibayar untuk mengatur sebuah tim, tapi mereka juga dibayar untuk mengatur para pemain," lugas Ferdinand.
FPF Siap Berdamai dengan Ronaldo
Federasi Sepakbola Portugal (FPF) dikabarkan berencana memediasi perseteruan ini. Ferdinand menilai pertemuan dengan semua pihak yang terlibat harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan peluang Portugal di laga-laga berikutnya.
Ia juga menyarankan Jorge Jesus duduk bersama Ronaldo dan menyampaikan rencananya secara langsung. Jika Ronaldo tidak sepakat dengan peran yang ditawarkan, komunikasi terbuka dinilai lebih baik daripada membiarkan situasi menggantung.
"Mereka harus duduk bersama Cristiano Ronaldo dan bilang kepada dia, 'Inilah yang ingin saya lakukan dan jika kamu tidak ingin jadi bagian dari ini, maka bilang saja kepada saya, tapi inilah yang akan terjadi sekarang," tambah Ferdinand.
Keputusan Ronaldo meninggalkan pusat latihan Portugal turut mempertanyakan masa depannya di level internasional. Namun Ferdinand percaya, dengan komunikasi yang benar, kapten Portugal itu masih bisa berkontribusi untuk Selecao das Quinas.