Pencarian

Karhutla Muaro Jambi Meluas, 626 Hektare Lahan Hangus dan 122 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026

Kamis, 08 Oktober 2026 • 08:17:01 WIB
Karhutla Muaro Jambi Meluas, 626 Hektare Lahan Hangus dan 122 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026
Petugas BPBD Kabupaten Muaro Jambi menangani titik api di kawasan gambut yang terbakar.

MUARO JAMBI — Luasan lahan terbakar di Kabupaten Muaro Jambi didominasi kawasan gambut, yakni 487 hektare dari total 626 hektare. Sisanya, 139 hektare, merupakan lahan mineral. Data itu dihimpun BPBD Kabupaten Muaro Jambi per 4 Oktober 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menyebut mayoritas lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat. Karhutla di wilayah itu tercatat mulai muncul sejak Maret dan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Lonjakan Kasus Terjadi Sejak Agustus

Pada Maret, BPBD mencatat tiga kasus karhutla. Angka itu naik menjadi 14 kasus pada Juli, lalu melonjak menjadi 43 kasus pada Agustus. Sepanjang September, jumlahnya kembali bertambah menjadi 58 kasus.

"Sementara sisanya terjadi di bulan Oktober," kata Anari, Rabu (7/10) siang.

Peningkatan paling signifikan terjadi sejak memasuki Agustus hingga September. Kondisi itu membuat ancaman karhutla semakin serius, terutama karena sebagian besar lahan yang terbakar berupa kawasan gambut yang relatif sulit dipadamkan.

Sebaran Karhutla Hampir Menyeluruh

Kebakaran tidak terpusat di satu wilayah. Titik api telah tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Jaluko, Sekernan, Kumpeh, Mestong, Sungai Gelam, Maro Sebo, Taman Rajo, Sungai Bahar, hingga Kumpeh Ulu.

Anari menuturkan, dari sekitar 626 hektare lahan yang terbakar, 139 hektare merupakan lahan mineral, sedangkan 487 hektare merupakan lahan gambut.

"Dari sekitar 626 hektare lahan yang terbakar, 139 hektare merupakan lahan mineral, sedangkan 487 hektare merupakan lahan gambut," ujarnya.

Gambut Jadi Tantangan Utama Pemadaman

Karakter gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan menjadi kendala tersendiri bagi petugas di lapangan. Api pada lahan gambut kerap menjalar di bawah permukaan sehingga tidak selalu terlihat dari atas.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Muaro Jambi masih menangani sejumlah titik yang belum sepenuhnya padam. Penambahan kasus baru di bulan Oktober menunjukkan musim kemarau masih berdampak pada wilayah tersebut.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiekspres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks