Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 800 pejabat tinggi TNI dan Polri di Lapangan Tengah Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu pagi. Pemanggilan berlangsung dua hari setelah Prabowo memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Agenda pertemuan diisi dengan taklimat atau pengarahan dari Presiden kepada jajaran TNI dan Polri.
JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah tiba di Istana sebelum acara dimulai. Kehadiran mereka terpantau di Kompleks Istana Kepresidenan sejak pagi.
Suharyanto menyebut pemanggilan para pejabat tinggi TNI dan Polri adalah untuk mendengarkan arahan Presiden Prabowo.
"Nanti kita dengar ya, arahan bapak Presiden," kata Suharyanto.
Apa Agenda Pertemuan 800 Pejabat TNI-Polri di Istana?
Informasi yang diperoleh menyebutkan agenda pertemuan tersebut akan diisi dengan taklimat atau pengarahan dari Presiden Prabowo kepada jajaran TNI dan Polri. Pengarahan ini menjadi yang terbaru setelah sejumlah agenda besar di lingkungan TNI dan Polri sepanjang pekan.
Pemanggilan pejabat tinggi TNI-Polri ini berlangsung dua hari setelah Prabowo memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Tentara Rakyat dan Ancaman Global
Dalam kesempatan upacara HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo menegaskan TNI harus terus menjadi tentara rakyat. Ia juga menyoroti kemampuan TNI menghadapi berbagai ancaman di tengah kondisi dunia yang dinilai penuh gejolak dan ketidakpastian.
Penegasan itu disampaikan di hadapan jajaran TNI di Mabes TNI Cilangkap, dua hari sebelum pemanggilan 800 pejabat tinggi di Istana.
Rangkaian Agenda Prabowo bersama TNI-Polri Sepanjang 2026
Pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara. Pelantikan itu menandai pergantian pucuk pimpinan di tubuh Polri.
Sebelumnya, pada awal Februari 2026, Presiden Prabowo juga memanggil para pejabat TNI dan Polri di Istana, Jakarta. Pola pemanggilan serupa kini kembali berulang dengan skala peserta yang lebih besar, mencapai 800 pejabat tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal isi lengkap arahan Presiden dalam pertemuan tersebut.