TANJUNG JABUNG TIMUR — Pemerintah Desa Lagan Ulu mencatat puluhan keluarga di Dusun Suka Jaya dan dusun lainnya masih hidup tanpa sambungan listrik negara. Kebutuhan penerangan sehari-hari dipenuhi dari genset pribadi yang dinyalakan terbatas, umumnya hanya beberapa jam pada malam hari.
Pembatasan jam nyala genset bukan tanpa alasan. Harga bahan bakar dinilai cukup mahal sehingga warga harus menghemat agar pengeluaran tidak membengkak. Anak-anak pun terpaksa belajar dengan penerangan lampu senter di dalam rumah.
Jaringan Listrik Hanya 2,5 Kilometer dari Permukiman
Ironi yang dihadapi warga: jaringan listrik sebenarnya sudah tersedia sekitar 2,5 kilometer dari permukiman. Namun jaringan itu belum diperpanjang hingga menjangkau dua dusun yang masih gelap gulita tersebut.
Usulan pemasangan jaringan listrik telah diajukan sejak 2020. Permintaan yang sama kembali disampaikan pada 2025 dan Februari 2026, tetapi hingga kini belum ada realisasi.
Target Elektrifikasi 100 Persen pada 2029
Kementerian ESDM menargetkan rasio elektrifikasi rumah tangga seluruh Indonesia bisa mencapai 100 persen pada 2029. Target nasional itu berhadapan dengan kenyataan di lapangan, di mana sejumlah wilayah masih menunggu sambungan listrik bertahun-tahun setelah usulan pertama diajukan.
Warga berharap perpanjangan jaringan dari titik terdekat bisa segera dikerjakan. Selama pasokan listrik belum tersedia, ketergantungan pada genset dipastikan berlanjut dan biaya penerangan tetap membebani rumah tangga berpenghasilan terbatas.