JAMBI — Pertamina akan ikut ambil bagian dalam aksi korporasi Danantara yang menanamkan investasi US$ 250 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun di HighPeak Energy Inc, perusahaan migas Amerika Serikat yang beroperasi di Permian Basin, Texas. Keterlibatan Pertamina dinilai sejalan dengan posisinya sebagai bagian dari ekosistem Danantara. Langkah ini memperluas portofolio energi Indonesia ke pasar global sekaligus membuka akses ke salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan Pertamina akan terlibat dalam investasi Danantara di sektor hulu migas Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/10), menanggapi aksi korporasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara di HighPeak Energy Inc.
"Saya pikir itu aksi korporasi yang mungkin dilakukan Pertamina. (Mereka) itu kan berada di bawah Danantara," kata Bahlil.
HighPeak Energy merupakan perusahaan berbasis di Texas yang tercatat di Nasdaq dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 1 miliar. Perusahaan ini bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin.
Nilai Investasi dan Skema Transaksi
Danantara menyiapkan dana US$ 250 juta atau setara Rp 4,5 triliun dengan kurs Rp 18.000 per dolar AS. Investasi dilakukan melalui Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Transaksi dilakukan lewat penerbitan saham preferen konvertibel atau convertible preferred stocks dalam beberapa tahap. Skema ini memberi DIM akses strategis terhadap portofolio aset yang didominasi minyak di Permian Basin, wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat.
Dana investasi akan dipakai HighPeak untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Dana itu juga mendukung pengembangan serta pertumbuhan portofolio aset perusahaan.
Respons Pemerintah dan Alasan di Baliknya
Bahlil menyambut baik investasi ini dengan syarat mendatangkan manfaat bagi Indonesia. "Bagi saya selama itu ekonomis, baik, dan bisa (dimanfaatkan untuk) menyuplai kebutuhan domestik, saya pikir enggak ada masalah," ujarnya.
Pemerintah menempatkan investasi ini dalam kerangka perluasan akses energi sekaligus penguatan kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat. Posisi Pertamina sebagai bagian dari Danantara membuat keterlibatannya dinilai wajar dalam aksi korporasi tersebut.
Target Danantara dan Transfer Pengetahuan
Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir menyatakan investasi ini sejalan dengan mandat DIM untuk menempatkan dana di sektor strategis yang memberi imbal hasil berkelanjutan jangka panjang. Menurut dia, posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu migas paling maju di dunia menjadi peluang potensial bagi DIM.
"Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan AS," kata Pandu dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (6/10).
Investasi ini menjadi bagian dari upaya Danantara membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global. Bagi Indonesia, masuknya dana ke Perm Basin membuka jalur pembelajaran teknis di wilayah yang dikenal punya teknologi pengeboran dan infrastruktur migas paling matang di dunia.
Langkah Danantara di HighPeak menandai pergeseran cara BUMN dan badan pengelola investasi negara mencari sumber pertumbuhan baru di luar pasar domestik. Jika berjalan sesuai rencana, keterlibatan Pertamina bisa menjadi pintu masuk bagi perusahaan energi nasional untuk memahami operasi hulu migas skala global.