Blackout 9 Provinsi di Sumatra, Danantara Bakal Bongkar Total Kinerja PLN

Penulis: Syafruddin Amir  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 16:35:01 WIB
Pemadaman listrik melanda 9 provinsi di Sumatra bagian utara akibat sambaran petir di Merangin, Jambi.

JAMBI — Pemadaman listrik yang melanda hampir seluruh Sumatra bagian utara mendapat respons cepat dari induk holding BUMN. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan evaluasi akan menyasar seluruh proses bisnis PLN, mulai dari penyebab blackout hingga langkah antisipasi.

"Kami tentu akan mengevaluasi seluruh proses di PLN. Nanti akan dilakukan peninjauan menyeluruh, termasuk penyebabnya dan upaya antisipasi di masa depan," ujar Dony di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Gangguan di Merangin, Dampak Meluas ke 9 Provinsi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengirimkan tim investigasi ke lapangan. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengidentifikasi sumber masalah: sambaran petir di jaringan transmisi Merangin, Jambi. Gangguan ini langsung mengacaukan kestabilan sistem kelistrikan Sumatra.

"Ada masalah di jaringan transmisi yang disambar petir di Merangin. Ini berdampak pada kestabilan sistem," kata Yuliot saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, sistem kelistrikan Sumatra bagian utara sangat bergantung pada pasokan dari wilayah selatan. Begitu transmisi terganggu, sistem langsung kolaps dan memicu pemadaman massal. "Jadi saat terjadi gangguan, seluruh sistem mengalami blackout," tegasnya.

Warga Terdampak, Medan Gelap 19 Jam

Dampak pemadaman terasa berat bagi masyarakat. Blackout berlangsung sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB dan baru pulih total pada Minggu (24/5/2026) pukul 05.00 WIB. Sembilan provinsi terkena imbas: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan daerah lainnya. Rata-rata durasi mati listrik mencapai 6-10 jam per hari. Kota Medan menjadi wilayah paling parah dengan pemadaman hingga 19 jam.

Dony Oskaria menegaskan, fokus evaluasi bukan sekadar mencari kesalahan, tetapi memperkuat mitigasi agar peristiwa serupa tak terjadi lagi. "Yang terpenting adalah mitigasi ke depan agar hal ini tidak terjadi lagi," ujarnya.

Langkah Antisipasi dan Masa Depan Sistem Kelistrikan Sumatra

Evaluasi Danantara diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan Sumatra. Salah satu titik kritis adalah ketergantungan pasokan listrik antarwilayah yang perlu diurai dengan pembangunan infrastruktur transmisi cadangan atau sumber energi terdistribusi. Insiden ini menjadi pengingat bahwa sistem kelistrikan nasional masih rentan terhadap gangguan alam dan memerlukan investasi mitigasi yang lebih serius.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: inikata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top