MENDALO — Kompetisi memperebutkan kursi di Universitas Jambi (UNJA) memasuki babak final. Sebanyak 3.560 calon mahasiswa mulai bersaing ketat dalam Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN-Barat) 2026.
SMM PTN-Barat merupakan jalur seleksi terakhir penerimaan mahasiswa baru setelah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Seleksi ini diselenggarakan oleh konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Wilayah Barat yang terdiri dari 27 PTN, termasuk UNJA.
Dari total 3.560 pendaftar, terdapat empat peserta penyandang disabilitas yang mengikuti seleksi. Mereka terdiri dari satu peserta tuna netra dan tiga peserta tuna rungu.
UNJA menyediakan ruang ujian khusus serta pendamping bagi peserta tersebut. “Khusus peserta tuna netra akan mengikuti ujian di laboratorium tersendiri dengan pendamping yang telah disiapkan untuk membantu selama proses ujian,” jelas Prof. Dr. Hafrida.
Pelaksanaan hari pertama ujian berlangsung tanpa kendala berarti. UNJA telah menyiapkan berbagai fasilitas dan dukungan guna memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan optimal.
“Hari ini kita melaksanakan hari pertama ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SMM PTN-Barat. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan pada sesi pertama berjalan dengan baik. Mudah-mudahan hingga hari terakhir seluruh proses seleksi dapat terlaksana dengan lancar dan semua kebutuhan peserta dapat terfasilitasi dengan baik,” ujar Prof. Dr. Hafrida.
Melalui jalur SMM PTN-Barat, UNJA berkomitmen menjaring calon mahasiswa yang berkualitas dan memiliki dedikasi tinggi. Prof. Dr. Hafrida berharap seluruh rangkaian pelaksanaan seleksi berjalan lancar tanpa hambatan yang berpotensi merugikan peserta.
“Harapan kami tentu Universitas Jambi bisa menyelenggarakan seleksi ini dengan baik dan lancar, tanpa kendala yang berarti. Jangan sampai ada hambatan yang dapat merugikan peserta, sehingga seluruh proses berjalan optimal dan para peserta dapat meraih kesuksesan di masa depan,” katanya.