JAMBI — Tulang belakang manusia tidak dirancang menopang posisi duduk dalam waktu lama. Namun, kebiasaan menatap layar komputer dan telepon pintar membuat sebagian besar warga menghabiskan waktu duduk hingga 10 jam per hari. Kondisi itu memicu berkurangnya aktivitas otot, menurunnya mobilitas sendi, memperlambat sirkulasi darah, serta meningkatkan kekakuan dan beban statis yang berisiko menimbulkan keluhan.
"Kami menyarankan masyarakat membiasakan berdiri dan berjalan selama dua hingga tiga menit setiap 30 hingga 60 menit untuk mencegah gangguan nyeri tulang belakang," kata dr Husnul di sela acara, Sabtu lalu.
Ia juga menekankan pentingnya posisi kerja ergonomis. Monitor sebaiknya sejajar dengan mata, siku membentuk sudut sekitar 90 derajat, serta telapak kaki menapak sempurna di lantai agar tekanan pada tulang belakang tetap seimbang.
Bagi penderita nyeri punggung yang tidak disertai gejala serius, dr Husnul menganjurkan tetap aktif bergerak dengan latihan ringan dan memantau perkembangan keluhan. "Pasien sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau dokter spesialis tulang belakang jika nyeri tidak membaik atau muncul tanda bahaya," ujarnya.
Di acara yang sama, Dokter Spesialis Bedah Siloam Hospitals Jambi dr Jonathan Alvin Nugraha Halim menyampaikan materi bertajuk "Nyeri Perut Datang Berulang? Jangan Anggap Masuk Angin!". Ia mengingatkan pasien untuk segera ke IGD jika nyeri perut disertai nyeri hebat mendadak, muntah terus-menerus, perdarahan saluran cerna, tanda infeksi berat, mata dan kulit menguning, atau tidak dapat buang angin maupun BAB.
Edukasi ini menjadi bagian dari komitmen Siloam Hospitals Jambi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan di era modern. Media Gathering Siloam Hospitals Jambi 2026 mengangkat tema seputar pencegahan penyakit yang kerap diabaikan akibat perubahan gaya hidup.