28 Rumah di Dua Desa Kerinci Rusak Akibat Angin Puting Beliung, Petugas dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing

Penulis: Mukhtar Latif  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 17:34:01 WIB
Warga dan petugas BPBD bergotong royong membersihkan puing bangunan pasca angin puting beliung di Kecamatan Siulak, Kerinci, Selasa (28/7).

KERINCI — Puluhan warga bergotong royong bersama petugas BPBD membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan pasca angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Siulak, Selasa. Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/7) petang dan merusak atap puluhan rumah.

Kerusakan Terpusat di Atap Rumah

Dedi Andrixal mengatakan, dari pendataan sementara, seluruh rumah yang terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap. "Rata-rata atap rumah warga banyak rusak, hari ini kita lakukan gotong royong," kata Dedi di Kerinci, Selasa.

Pihak BPBD masih terus mendata kerugian material akibat bencana tersebut. Tidak ada laporan warga yang terluka atau meninggal dunia dalam kejadian ini.

BMKG Sebut Angin Puting Beliung Terjadi Akibat Belokan Angin

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Depati Parbo Kerinci, Kurnianingsih, mengeluarkan analisis terkait fenomena tersebut. Menurutnya, angin puting beliung pada Senin lalu dipicu oleh adanya daerah belokan angin di wilayah Kerinci yang memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB).

Konvektivitas lokal yang cukup kuat juga turut memicu pembentukan awan CB. "Walaupun saat ini musim kemarau, potensi terjadinya angin puting beliung tetap ada akibat dari proses penguapan dari pemanasan sinar matahari dan pembentukan awan-awan hujan yang berkembang menjadi awan CB," jelas Kurnianingsih.

Warga Diimbau Waspada Potensi Hujan Es

Kurnianingsih menambahkan, fenomena angin puting beliung umumnya terjadi pada siang atau sore hari saat peralihan musim. Namun, kejadian serupa juga bisa terjadi di musim hujan karena banyaknya pertumbuhan awan CB.

Masyarakat Kerinci diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, termasuk hujan es yang mungkin menyertai pertumbuhan awan konvektif di wilayah tersebut. "Untuk wilayah Kerinci waspadai juga terjadinya hujan es," ujar Kurnianingsih.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top