Pencarian

Ancaman Karhutla Meningkat di Jambi, 222 Hektare Lahan Terbakar hingga 28 Juli 2026

Selasa, 28 Juli 2026 • 17:30:31 WIB
Ancaman Karhutla Meningkat di Jambi, 222 Hektare Lahan Terbakar hingga 28 Juli 2026
Pesawat patroli Cessna milik BNPB disiagakan di Jambi untuk memantau titik api dan melakukan penyemaian garam guna mengantisipasi meluasnya karhutla.

KOTA JAMBI — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menempatkan satu unit pesawat Cessna di Jambi untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Pesawat tersebut akan digunakan untuk dua keperluan utama: patroli udara guna memantau titik api dan penyemaian garam jika ditemukan bibit awan yang bisa diubah menjadi hujan.

Mengapa Pesawat Ini Disiagakan Sekarang?

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan bahwa ancaman karhutla terus meningkat seiring menguatnya musim kemarau. Berdasarkan ramalan cuaca, musim kemarau diprediksi berlangsung dari Juli hingga Oktober 2026. Artinya, potensi kebakaran masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

“Saat ini BNPB telah menempatkan satu pesawat Cessna di Jambi yang dapat digunakan untuk patroli udara maupun penyemaian garam jika terdapat bibit awan,” kata Bachyuni di Kota Jambi, Selasa.

222 Hektare Lahan Terbakar, Tersebar di 4 Kabupaten

Data BPBD Jambi mencatat, hingga 28 Juli 2026, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 222 hektare. Kebakaran terjadi di beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Angka ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla di Jambi tidak bisa dianggap remeh. Dengan kondisi lahan yang kering, api bisa dengan cepat menyebar dan meluas ke area yang lebih besar.

81 Pos Lapangan Didirikan sebagai Garda Terdepan

Sebagai langkah antisipasi, satgas karhutla telah mendirikan 81 pos lapangan di berbagai titik rawan. Pos-pos ini berfungsi sebagai garda terdepan untuk mendeteksi dini kebakaran, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, hingga pemadaman awal sebelum api meluas.

Keberadaan pos lapangan ini diharapkan bisa mempercepat respons jika muncul titik api baru. Satgas juga mengandalkan koordinasi dengan masyarakat setempat untuk melaporkan potensi kebakaran.

Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan

Bachyuni Deliansyah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau seperti sekarang. Ia juga meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi lingkungan yang sangat kering dan mudah terbakar.

“Kami minta masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan membakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena sekarang kondisi sangat kering dan rawan kebakaran,” ujarnya.

Dengan kesiagaan pesawat Cessna dan 81 pos lapangan, pemerintah berharap dampak karhutla di Jambi bisa ditekan seminimal mungkin selama musim kemarau tahun ini.

Bagikan
Sumber: m.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks