29 Pekebun Sawit Batang Hari Ikuti Pelatihan Pemetaan Digital dari BPDP dan Bapeltan Jambi

Penulis: Syafruddin Amir  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:39:31 WIB
Peserta pelatihan mengikuti sesi praktik pemetaan digital di kebun sawit, Batang Hari, Selasa (4/8/2026).

JAMBI — Pengelolaan kebun sawit kini tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun di lapangan. Kemampuan membaca dan memetakan lahan secara digital menjadi keterampilan baru yang dibutuhkan pekebun untuk bersaing di era pertanian modern.

Lewat teknologi pemetaan, pekebun bisa mengetahui batas dan luas lahan secara akurat, menyusun data spasial, hingga merencanakan budidaya dengan lebih tepat. Data ini juga menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih profesional dibanding sekadar perkiraan visual di lapangan.

Empat Hari Materi Teori dan Praktik Langsung di Kebun

Pelatihan ini resmi dibuka pada Selasa (4/8/2026) di Aula Sultan Thaha Bapeltan Jambi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Saptorini, S.TP., M.Si. Kegiatan akan berlangsung hingga 7 Agustus 2026.

Peserta mendapatkan materi yang dirancang bertahap. Mereka mempelajari kebijakan dan regulasi perkebunan, dasar-dasar pemetaan lahan, pengenalan teknologi geospasial, hingga penyusunan peta kerja.

Dari Peta Kerja hingga Pengolahan Data Survei

Tidak berhenti di teori, peserta juga diajak praktik langsung ke lapangan. Mereka dilatih merencanakan survei, mengolah data hasil pengukuran, hingga menyajikan peta yang siap dipakai untuk kebutuhan budidaya.

Kemampuan ini diharapkan membuat pengelolaan kebun lebih efektif dan efisien. Dengan data spasial yang valid, pekebun dapat menyusun strategi budidaya yang tepat sasaran dan menghindari kesalahan pengelolaan lahan yang merugikan.

Sinergi BPDP dan Bapeltan Perkuat SDM Perkebunan

Program ini merupakan bagian dari Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 yang diinisiasi BPDP. Bapeltan Jambi, sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, menjadi mitra pelaksana pelatihan.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tebo, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kolaborasi ini diharapkan mencetak pekebun yang adaptif terhadap transformasi digital. Target akhirnya sederhana: pengelolaan kelapa sawit rakyat yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan di tengah tekanan industri yang kian kompetitif.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: tabloidsinartani.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top