ChatGPT for Teachers Resmi Diperluas ke 55 Distrik Sekolah di 20 Negara Bagian AS

Penulis: Hamzah Effendi  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:48:31 WIB
OpenAI memperluas program ChatGPT for Teachers ke 55 distrik sekolah di 20 negara bagian Amerika Serikat.

JAMBI — OpenAI mengumumkan perluasan signifikan untuk program ChatGPT for Teachers yang pertama kali diluncurkan pada 2025. Kini, total ada lebih dari 100 organisasi K-12 yang bekerja sama dengan OpenAI untuk menyediakan akses gratis dan pelatihan penggunaan AI di ruang kelas.

Perusahaan yang bermarkas di San Francisco itu menegaskan bahwa akses gratis untuk pendidik K-12 terverifikasi di AS akan berlangsung setidaknya hingga Juni 2028. Artinya, para guru memiliki waktu panjang untuk menguji integrasi AI dalam metode mengajar tanpa biaya langganan.

Akses Terbatas untuk Pendidik, Bukan Siswa

OpenAI menekankan bahwa program ini dirancang khusus untuk administrator, fakultas, dan pendidik saja. Siswa tidak termasuk dalam cakupan akses gratis ini, sebuah keputusan yang diambil untuk memastikan AI mendukung proses belajar, bukan memotong jalan pintas bagi peserta didik.

“Pekerjaan kami terus dipandu oleh keyakinan bahwa AI harus mendukung pembelajaran, bukan memperpendeknya, dan pendidik harus tetap memegang kendali atas bagaimana AI membentuk pengalaman di kelas,” demikian pernyataan resmi OpenAI.

Perjanjian Privasi Data Pertama di Industri

Bersamaan dengan perluasan ini, OpenAI memperkenalkan perjanjian privasi data yang mencakup 16 negara bagian. Ini merupakan yang pertama di industri AI pendidikan, memberikan kerangka kerja bersama bagi distrik sekolah untuk mengevaluasi ChatGPT for Teachers terhadap persyaratan privasi data siswa mereka.

Langkah ini diharapkan menyederhanakan adopsi AI yang bertanggung jawab di lingkungan sekolah. Sebelumnya, setiap distrik harus meninjau kebijakan privasi secara terpisah, sebuah proses yang memakan waktu dan sumber daya.

Kompetitor Juga Bergerak di Ranah Pendidikan

OpenAI bukan satu-satunya pemain yang melirik sektor pendidikan. Sejak Juli lalu, Anthropic telah meluncurkan program serupa yang memberikan akses gratis ke Claude untuk para pendidik. Persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin ketat seiring meningkatnya kebutuhan alat bantu mengajar berbasis AI.

OpenAI juga menerbitkan laporan baru mengenai bagaimana AI digunakan untuk pendidikan berkelanjutan. Laporan tersebut dapat diakses publik dan memberikan gambaran tentang pola adopsi teknologi di kalangan tenaga pengajar.

Bagi pendidik di Indonesia, program ini belum tersedia. Namun, perkembangan ini bisa menjadi sinyal bagaimana raksasa AI global mulai serius membangun ekosistem pendidikan yang terstruktur, lengkap dengan kepatuhan privasi data yang menjadi perhatian utama institusi sekolah di berbagai negara.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top