127.551 Warga Muaro Jambi Masuk Desil 1–4, Dinsos Perketat Validasi Data Bansos

Penulis: Syafruddin Amir  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:16:01 WIB
Dinas Sosial Muaro Jambi mencatat 127.551 jiwa warga berada pada desil 1 hingga 4.

MUARO JAMBI — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muaro Jambi mencatat 127.551 jiwa warganya berada pada desil 1 hingga 4. Rinciannya, 27.466 jiwa pada desil 1, 32.849 jiwa desil 2, 32.175 jiwa desil 3, dan 35.061 jiwa desil 4.

Angka itu menjadi gambaran kondisi kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Fokusnya dua hal: pemutakhiran data penerima bantuan sosial dan penguatan ekonomi keluarga.

Rincian Sebaran Warga per Desil

Kelompok desil 4 menjadi yang terbesar dengan 35.061 jiwa. Disusul desil 2 sebanyak 32.849 jiwa, desil 3 sebanyak 32.175 jiwa, dan desil 1 sebanyak 27.466 jiwa.

Pengelompokan desil dipakai sebagai acuan menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Namun posisi seseorang dalam desil tertentu tidak otomatis menentukan hak menerima bantuan sosial.

Desil Bukan Penentu Otomatis Penerima Bansos

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muaro Jambi Rossa Candra Budy menegaskan penetapan penerima tetap mengacu pada kriteria dan ketentuan masing-masing program.

"Pengecekan dan validasi data sangat penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kami harus melihat kondisi penerima secara langsung, sehingga data yang digunakan benar-benar sesuai dengan keadaan masyarakat di lapangan," katanya.

Verifikasi lapangan menjadi kunci. Petugas tidak cukup bekerja dari data administrasi, tetapi harus memastikan kondisi riil penerima di tingkat desa dan kelurahan.

Warga Meninggal hingga Pindah Domisili Jadi Sasaran Pembaruan

Pembaruan data perlu dilakukan berkala agar perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat terakomodasi. Termasuk memastikan data warga yang meninggal dunia, pindah domisili, maupun mengalami perubahan tingkat kesejahteraan telah diperbarui.

"Misalnya, ada penerima yang sudah meninggal dunia, pindah domisili, atau kondisi ekonominya sudah berubah. Hal-hal seperti ini harus diverifikasi dan diperbarui, supaya bantuan bisa diberikan kepada masyarakat yang memang masih membutuhkan," ujar Rossa.

Langkah tersebut menyasar dua sisi sekaligus: mencegah bantuan salah sasaran dan memastikan warga yang benar-benar membutuhkan tetap masuk dalam daftar. Data yang rapi juga memudahkan pemerintah kabupaten menyusun program penguatan ekonomi keluarga di wilayah dengan konsentrasi warga desil rendah.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: jambiupdate.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top