JAMBI — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menggarap travelator datar sepanjang 20 meter dan dua travelator vertikal di kawasan Stasiun Karet serta Sudirman Baru, dengan pekerjaan dijadwalkan tuntas hingga 31 Desember 2026. Penataan akses ini menyusul pengalihan layanan KRL dari Stasiun Karet ke Sudirman Baru sejak 1 September 2026 yang mengubah pola pergerakan penumpang di kawasan tersebut.
Paragraf pembuka: Pengerjaan struktur bawah di sejumlah bagian kawasan dilaporkan telah rampung, sementara pemasangan struktur baja masih berlangsung di beberapa titik. Penataan mencakup koridor pejalan kaki, lanskap, area penurunan penumpang kendaraan lanjutan, eskalator akses, hingga kanopi selasar. Seluruh pekerjaan dijadwalkan berlangsung sampai 31 Desember 2026.
Perubahan pola perjalanan penumpang menjadi alasan utama penataan. Sejak layanan KRL dialihkan dari Stasiun Karet ke Sudirman Baru pada 1 September 2026, arus penumpang bergeser ke lokasi layanan yang berbeda.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan penataan akses harus mengikuti perubahan tersebut. "Perubahan pola perjalanan perlu diikuti penataan akses. Kami ingin pelanggan dapat bergerak dengan lebih mudah di kawasan Karet dan Sudirman Baru," kata Anne dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/10/2026).
Penataan kawasan mengacu pada data aktivitas pelanggan. Stasiun Karet mencatat 4.909.334 aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang sepanjang Januari-Agustus 2026, yakni sebelum pengalihan layanan berjalan.
Stasiun Sudirman Baru mencatat 2.439.757 aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang pada Januari-September 2026. KAI menegaskan kedua angka tidak bisa dibandingkan sebagai pertumbuhan karena cakupan periodenya berbeda mengikuti perubahan layanan.
Khusus September 2026, aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang KRL di Sudirman Baru mencapai 646.411, melonjak dari 190.060 aktivitas pada Agustus. Kenaikan itu sejalan dengan pengalihan layanan dari Karet, yang membuat aktivitas pelanggan tercatat di lokasi layanan baru.
Selain satu travelator datar 20 meter dan dua travelator vertikal, KAI menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung di kawasan. Daftarnya mencakup koridor pejalan kaki, lanskap, area penurunan penumpang kendaraan lanjutan, eskalator akses, serta kanopi selasar.
Anne memastikan penataan dikawal bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan dan kondisi kawasan. "Kami mengawal penataan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan dan kondisi kawasan. Kesiapan fasilitas akan dipastikan sebelum digunakan," ujarnya.
Penutup: Penataan kawasan Karet-Sudirman Baru menjadi uji bagi KAI dalam menjaga kenyamanan penumpang KRL Jabodetabek setelah relokasi layanan. Dengan tenggat akhir Desember 2026, kesiapan travelator dan fasilitas pendukung akan menentukan seberapa lancar perpindahan penumpang ke moda transportasi lanjutan di salah satu simpul tersibuk ibu kota.