Pencarian

Kebakaran Gambut Jambi Capai 43.451 Hektare, 26.957 Warga Terpapar ISPA Sepanjang September 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 • 12:32:01 WIB
Kebakaran Gambut Jambi Capai 43.451 Hektare, 26.957 Warga Terpapar ISPA Sepanjang September 2026
Kebakaran gambut di Jambi mencapai 43.451 hektare berdasarkan pemetaan citra satelit Walhi Jambi.

JAMBI — Luas kebakaran yang dipetakan tim GIS Walhi Jambi itu jauh melampaui angka resmi Satgas Karhutla yang pada 6 Oktober 2026 hanya mencatat 4.267 hektare. Selisih sepuluh kali lipat tersebut muncul karena Satgas baru memverifikasi titik api yang terpantau, sementara Walhi menghitung seluruh area bekas terbakar dari citra satelit.

Tiga kabupaten menanggung beban terberat. Tanjung Jabung Timur melonjak ke 12.533 hektare, menyalip Sarolangun yang tercatat 8.922 hektare. Tebo, wilayah yang paling tercekik asap, terpantau 7.063 hektare terbakar.

Api Menembus Zona Inti Habitat Harimau Sumatera

Kebakaran kini merangsek ke kawasan ekosistem gambut Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS). Data Walhi Jambi menunjukkan 11.339 hektare kawasan TNBS terbakar, dengan lebih dari 2.134 hektare di antaranya berada di zona inti.

TNBS merupakan habitat harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Masuknya api ke zona inti berarti jalur jelajah satwa dilindungi itu terputus.

Kebakaran Tahura Sultan Thaha Syaifudin turut memperluas area terdampak di Batanghari menjadi 6.318 hektare dan Muaro Jambi 4.618 hektare. Wilayah lain yang terbakar meliputi Tanjung Jabung Barat 2.047 hektare, Bungo 1.259 hektare, Merangin 584 hektare, Kerinci 78 hektare, Kota Jambi 27 hektare, dan Kota Sungai Penuh.

Anak-Anak Jadi Korban Paling Rentan

Anjeli, bocah dua tahun di Dusun Trans III, Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Sarolangun, batuk tanpa henti selama berbulan-bulan. Hasil rekam medis menunjukkan pembuluh darah pada parunya menonjol dan ada bayangan infeksi di paru kanan dan kiri.

"Batuk nggak sembuh-sembuh, kadang sampai muntah. Kata dokternya, pengaruh asap kebakaran," kata Purba, ayah Anjeli.

Sejak Juli 2026, kampung mereka terkepung asap kebakaran di konsesi PT Alam Lestari Nusantara, anak perusahaan PTPN III. Analisis citra satelit GIS Walhi Jambi mencatat luas kebakaran di area itu lebih dari 2.500 hektare.

"Asap nggak ilang-ilang, ALN kebakaran terus," keluh Purba.

ISPU Kota Jambi Tembus Level Berbahaya

Data ISPU net Kementerian Lingkungan Hidup pada 9 Oktober 2026 menunjukkan cemaran PM2.5 di Kota Jambi menyentuh 484 mikrogram per meter kubik. Partikel itu 30 kali lebih kecil dari rambut manusia sehingga mudah masuk ke saluran pernapasan terdalam.

Di Muaro Jambi, PM10 mencapai 642 µg/m3 dan PM2.5 menyentuh 439. Kabupaten Tebo mencatat angka terburuk: PM10 tembus 1.922 µg/m3 dan PM2.5 tercatat 740 µg/m3.

Hanafia, warga Kota Jambi, mengeluh pusing dan sakit tenggorokan selama sepekan terakhir. Perempuan 30 tahun itu harus mengonsumsi obat dari puskesmas.

"Minggu ini kabutnya pekat banget. Napas jadi sesak," katanya.

Pemkot Jambi Keluarkan Surat Edaran Berulang

Sejak 26 Agustus 2026, Wali Kota Jambi Maulana lebih dari delapan kali mengeluarkan surat edaran agar siswa PAUD, taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan SMP belajar dari rumah. Kebijakan itu diambil setiap kali ISPU menembus ambang batas aman.

Zakaria, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, memperingatkan dampak kabut asap tidak berhenti pada ISPA. Partikel polutan halus yang terhirup dapat memicu serangan asma, gangguan paru-paru, bahkan serangan jantung.

"Saya mengimbau kelompok rentan—anak-anak dan lansia—dan masyarakat yang memiliki komorbit, kalau tidak ada yang penting, tidak usah keluar rumah," katanya.

Trauma 2019 Kembali Menghantui Warga Muaro Jambi

Di Desa Pematang Raman, Muaro Jambi, Novriyani khawatir bencana asap 2019 terulang. Kala itu anaknya yang berusia tiga bulan demam tinggi berhari-hari, sementara suaminya tidak bisa bekerja karena sakit.

Novriyani sendiri menderita peradangan pada dinding saluran bronkus akibat polusi kabut asap. Hingga kini ia masih menjalani pengobatan rutin.

"Sampai sekarang sayo masih berobat terus," ujarnya.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mongabay.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks