Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari merendam Komplek Perumahan Teguh Permai 1 di Kelurahan Pal 5, Kota Baru, Jambi, Sabtu (2/5/2026). Genangan air yang tak kunjung surut mengakibatkan aktivitas warga setempat lumpuh total hingga menghambat mobilitas ekonomi di kawasan tersebut.
JAMBI — Intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 03.00 WIB mengakibatkan sejumlah titik di Kota Jambi terendam banjir. Salah satu lokasi terdampak paling parah adalah Komplek Perumahan Teguh Permai 1, Kelurahan Pal 5, Kecamatan Kota Baru, yang mulai tergenang air pada Sabtu pagi.
Kondisi ini memaksa warga untuk menghentikan rutinitas mereka sementara waktu. Luapan air yang masuk ke area pemukiman membuat akses jalan sulit dilalui kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Sejumlah warga terlihat berjaga-jaga di depan rumah sembari memantau pergerakan debit air yang terus meningkat seiring hujan yang belum kunjung reda sepenuhnya.
Hingga Sabtu siang, genangan air masih bertahan di area jalan komplek dan sebagian teras rumah warga. Situasi ini menambah daftar panjang permasalahan banjir tahunan yang kerap melanda kawasan padat penduduk di Kecamatan Kota Baru setiap kali musim penghujan tiba.
Dampak Signifikan Terhadap Pendapatan Warga
Banjir kali ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memukul sektor ekonomi rumah tangga. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari sektor perdagangan kecil terpaksa menutup usahanya karena lokasi yang tidak memungkinkan untuk bertransaksi.
Salah seorang warga terdampak, Endriyati (49), mengungkapkan bahwa dirinya tidak dapat menjalankan aktivitas berdagang seperti hari-hari biasanya. Genangan air yang mengepung akses rumahnya membuat persiapan dagangan menjadi mustahil dilakukan.
“Komplek kami sudah dinaikkan setelah pembangunan jalan, tapi masih saja banjir. Sebelum ditimbun, air bahkan bisa sampai lutut,” ujar Endriyati saat ditemui di lokasi kejadian. Kondisi ini menurutnya sangat merugikan, mengingat Sabtu biasanya menjadi waktu produktif bagi warga sekitar untuk berniaga.
Evaluasi Peningkatan Jalan dan Infrastruktur Drainase
Persoalan banjir di Perumahan Teguh Permai 1 sebenarnya telah diupayakan melalui perbaikan infrastruktur jalan. Pemerintah setempat sebelumnya telah melakukan penimbunan dan peninggian badan jalan untuk meminimalisir dampak luapan air. Namun, faktanya langkah tersebut belum menjadi solusi permanen bagi warga.
Warga menilai peninggian jalan tanpa dibarengi dengan normalisasi drainase yang mumpuni justru tidak memberikan dampak signifikan. Air tetap tertahan di area pemukiman karena saluran pembuangan yang ada diduga tidak mampu menampung volume air hujan yang ekstrem.
Endriyati menambahkan, kondisi di wilayahnya seringkali menjadi indikator bagi tingkat keparahan banjir di daerah lain yang posisinya lebih rendah. “Kalau di sini sudah banjir, berarti daerah lain bisa lebih tinggi lagi airnya,” tambahnya. Hal ini menunjukkan adanya masalah sistemik pada tata kelola air di kawasan Pal 5 dan sekitarnya.
Harapan Penanganan Serius dari Pemerintah Kota Jambi
Masyarakat di Komplek Perumahan Teguh Permai 1 kini mendesak adanya langkah konkret dari Pemerintah Kota Jambi maupun pihak terkait. Warga tidak ingin persoalan ini hanya menjadi agenda rutin yang dibahas tanpa adanya eksekusi teknis yang mampu menyelesaikan masalah hingga ke akarnya.
Penanganan yang diharapkan mencakup pembersihan sedimen pada saluran drainase utama serta evaluasi terhadap sistem pembuangan air di seluruh wilayah Kecamatan Kota Baru. Warga khawatir jika tidak segera ditangani, intensitas hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan akan memperparah kondisi pemukiman mereka.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Mereka berharap hujan segera reda agar debit air menyusut dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal pada esok hari.