Jambi — Kunjungan kerja Rocky Candra ke Gudang Perum Bulog Kanwil Jambi pada Sabtu (2/5/2026) menghasilkan penilaian positif terhadap kondisi persediaan pangan di provinsi. Anggota komisi yang menangani kesejahteraan rakyat ini menegaskan bahwa situasi stok berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Stok Beras 14 Ribu Ton, Cukup untuk Tujuh Bulan
Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Jambi Wiwin Indratno menunjukkan data konkret atas kepastian tersebut. Per 1 Mei 2026, stok beras yang dikuasai Bulog mencapai lebih dari 14 ribu ton. Selain beras, persediaan gula, minyak goreng, dan jagung juga tersedia dalam jumlah memadai.
Durasi waktu yang dijamin oleh stok tersebut sangat signifikan bagi stabilitas pasokan pangan masyarakat. Rocky Candra menekankan bahwa kondisi ini memiliki dampak langsung pada harga pangan di pasaran.
"Secara umum stok kita aman. Ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat," ujar Rocky Candra di sela-sela kunjungannya.
Tantangan Distribusi dan Ketepatan Sasaran Bantuan
Meskipun persediaan melimpah, Rocky Candra mengidentifikasi tantangan yang sama pentingnya yaitu distribusi dan akurasi data penerima bantuan. Ia menyoroti bahwa cakupan penerima bantuan pangan di Jambi telah mencapai sepertiga dari total Kepala Keluarga (KK) di provinsi.
Untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat, Rocky Candra meminta Bulog dan pemerintah daerah melakukan validasi data secara ketat. Pendekatan detail dan terukur ini dirancang untuk mencegah terjadinya salah sasaran dalam pemberian bantuan.
"Data harus detail, by name by address. Jangan sampai bantuan tidak tepat sasaran karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu," tegasnya.
Program Bantuan dan Stabilisasi Harga Terus Berjalan
Wiwin Indratno menjelaskan bahwa Bulog secara berkelanjutan menjalankan dua program utama untuk menjaga keterjangkauan pangan masyarakat. Program Bantuan Pangan Beras (PBP) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi mekanisme utama untuk memastikan harga tetap stabil di tingkat ritel.
Kombinasi antara stok yang cukup dan program distribusi yang terstruktur menciptakan fondasi ketahanan pangan yang lebih kokoh. Dengan jaminan stok hingga awal 2027, pemerintah dan Bulog memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan strategi pengadaan pangan jangka panjang berikutnya.