Pencarian

Googlebooks Murah Segera Hadir, Masa Depan Chromebook di Ujung Tanduk

Rabu, 27 Mei 2026 • 16:29:01 WIB
Googlebooks Murah Segera Hadir, Masa Depan Chromebook di Ujung Tanduk
John Maletis menjelaskan fokus Google pada teknologi produktivitas dengan harga terjangkau.

JAMBI — Pernyataan itu disampaikan John Maletis, VP dan GM ChromeOS Google, dalam wawancara dengan Chrome Unboxed. "Kami selalu berfokus pada teknologi yang memungkinkan produktivitas dan akses informasi terlepas dari titik harga. Seiring waktu, kami akan turun ke segmen yang lebih rendah, tetapi perangkat pertama ini benar-benar premium," ujar Maletis.

Strategi Dua Kaki yang Mulai Timpang

Saat Googlebooks pertama kali diperkenalkan awal bulan ini, posisinya jelas: laptop premium bertenaga Gemini yang berbasis Android. Targetnya langsung bersaing dengan laptop Windows kelas atas dan MacBook. Pertanyaan besar yang muncul adalah, nasib apa yang menanti Chromebook?

Chromebook selama ini sukses besar karena murah, mudah dikelola institusi, dan menjadi tulang punggung komputerisasi sekolah di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Googlebooks hadir dengan narasi yang sepenuhnya berlawanan: mahal dan bertenaga AI.

Namun, pernyataan terbaru ini mengubah peta persaingan internal Google. Jika Googlebooks benar-benar turun ke kelas harga yang sama dengan Chromebook, maka pembeda antara kedua lini produk itu akan hilang. Laptop Android dengan Gemini akan menawarkan pengalaman yang lebih modern, aplikasi native, dan fitur AI yang tidak dimiliki ChromeOS.

Kapan Chromebook Benar-Benar Ditinggalkan?

Jawabannya mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi arahnya sudah jelas. Google masih akan meluncurkan Chromebook baru hingga tahun depan dan menjamin pembaruan perangkat lunak jangka panjang untuk perangkat yang sudah ada. Perusahaan juga membuka jalur migrasi bagi sebagian Chromebook untuk beralih ke pengalaman Googlebooks.

Strategi ini mirip dengan transisi bertahap. Alih-alih mematikan ChromeOS secara tiba-tiba, Google membiarkan ekosistemnya perlahan mati sendiri. Pengguna dan institusi pendidikan yang selama ini setia pada Chromebook perlahan akan didorong untuk beralih ke Googlebooks yang lebih mumpuni.

Bagi pengguna Indonesia, kabar ini patut dicermati. Chromebook memang tidak sepopuler di pasar global karena harga dan keterbatasan aplikasi, tetapi segmen laptop murah tetap jadi incaran. Jika Googlebooks murah benar-benar terealisasi, persaingan di kelas entry-level akan semakin sengit—dan pengguna akan diuntungkan dengan pilihan yang lebih banyak.

Bagikan
Sumber: androidauthority.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks