TANJAB BARAT — DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat berjanji menindaklanjuti keluhan warga terkait buruknya akses jalan di Parit Sungai Rejo, Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan. Respons ini muncul setelah unggahan video di media sosial memperlihatkan warga berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman terdekat.
Video yang viral itu memicu reaksi publik dan mendorong dua anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) Pengabuan dan Senyerang untuk turun tangan. Mereka berkomitmen memperjuangkan perbaikan infrastruktur yang dinilai jauh dari kata layak tersebut.
Dua Anggota Dewan Berjanji Kroscek ke Lokasi
Anggota DPRD Tanjab Barat dari Fraksi PKB, Subari, S.Ag., merespons positif keluhan tersebut. "Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar apa yang menjadi keluhan warga dapat segera terealisasi," ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (18/8/2026). Ia menegaskan akan segera berkoordinasi dengan komisi yang membidangi di DPRD.
Senada dengan Subari, anggota DPRD dari Fraksi PAN, Lukas, berencana meninjau langsung kondisi di lapangan. "Insyaallah dalam waktu dekat kami akan kroscek langsung ke lokasi, untuk melihat langsung kondisi jalan yang dikeluhkan warga itu," katanya. Lukas mengungkapkan, jalan tersebut sebenarnya sudah pernah diusulkan pembangunannya melalui APBD kabupaten, namun belum terealisasi diduga karena efisiensi anggaran.
Kondisi Jalan: Masih Tanah Lokal, Baru 80 Meter yang Diusulkan
Lurah Teluk Nilau, Raudah, membenarkan sebagian besar jalan di Parit Sungai Rejo masih berupa tanah. "Iya benar kondisinya masih jalan tanah lokal, dan tahun ini rencananya ada pembangunan dari alokasi dana DAU Kelurahan Teluk Nilau kurang lebih 80 meter," jelasnya. Namun, ia memperkirakan sekitar tiga kilometer jalan di wilayah tersebut dalam kondisi rusak dan menyulitkan akses warga.
Camat Pengabuan, Ismail, juga membenarkan kondisi tersebut. "Iya benar dan kami sudah melakukan kroscek langsung ke lokasi, dan jalan tersebut juga masuk dalam usulan kecamatan ke pemerintah kabupaten," pungkasnya. Wilayah Parit Sungai Rejo sendiri berbatasan langsung dengan lahan perkebunan akasia milik PT WKS.
Warga Minta Perbaikan Jalan dan Pengadaan Ambulans Desa
Selain meminta jalan diperbaiki dan dikeraskan, warga juga berharap pemerintah menyediakan ambulans desa. Harapan ini muncul karena akses yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan, membuat mobilitas warga, termasuk untuk keperluan darurat kesehatan dan pemakaman, menjadi sangat terhambat.
Dengan adanya respons dari DPRD dan pemerintah kecamatan, warga berharap ada kepastian perbaikan. Mereka menunggu realisasi janji tersebut, mengingat akses jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang selama ini belum terpenuhi.