Afriyanto, seorang kepala rumah tangga yang sebelumnya bekerja sebagai penerima upah, harus berhenti bekerja setelah divonis stroke. Akibat pemutusan hubungan kerja, kartu BPJS Kesehatannya ikut nonaktif. Ia kini kesulitan bergerak dan membutuhkan obat rutin untuk mengendalikan tekanan darah tinggi.
“Setelah kami cek, ternyata beliau termasuk kelompok penerima upah. Namun saat ini sudah di PHK sehingga penerimaan upahnya diputus dan BPJS-nya sudah tidak aktif lagi,” ujar Maulana kepada wartawan di sela kunjungan.
Maulana mengaku langsung memerintahkan dinas terkait untuk mengaktifkan kembali kepesertaan Afriyanto melalui program Kartu Bahagia. Ia memberi batas waktu satu kali 24 jam.
“1x24 jam harus diaktifkan, karena beliau ini menderita darah tinggi dan membutuhkan obat yang rutin untuk mengendalikan darah tingginya agar segera pulih,” tegas Maulana.
Selain kursi roda, Pemkot Jambi bersama Baznas Kota Jambi juga menyerahkan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok Afriyanto selama masa pemulihan. Kepala Baznas Kota Jambi, Muhamad Padli, turut mendampingi wali kota dalam kunjungan tersebut.
Kunjungan ini berawal dari laporan Ketua RT setempat yang mengetahui kondisi Afriyanto. Wali kota mengapresiasi peran pengurus RT, lurah, dan camat yang sigap melaporkan warganya yang membutuhkan uluran tangan pemerintah.
“Silakan laporkan segera jika ada yang bisa kami bantu. Kita akan turun bersama Baznas dan pihak terkait lainnya karena ini memang tugas kami dalam memberikan kesejahteraan warga Kota Jambi,” kata Maulana.
Pemkot Jambi di bawah kepemimpinan Maulana-Diza berupaya menghadirkan pelayanan publik yang inklusif. Langkah ini menjadi bukti bahwa respons cepat terhadap masalah sosial—bukan sekadar pembangunan fisik—menjadi prioritas pemerintahan saat ini.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, Camat Paal Merah Abdul Salim, Lurah Bakung Jaya Purwanoto, serta para forum RT se-Kecamatan Paal Merah.