Pencarian

BPBD Muaro Jambi Petakan 65 Wilayah Rawan Banjir di Enam Kecamatan, Kumpeh Paling Terdampak

Senin, 18 Mei 2026 • 22:06:20 WIB
BPBD Muaro Jambi Petakan 65 Wilayah Rawan Banjir di Enam Kecamatan, Kumpeh Paling Terdampak
BPBD Muaro Jambi memetakan 65 wilayah rawan banjir di enam kecamatan.

MUAROJAMBI — Ancaman banjir menghantui 65 wilayah di Kabupaten Muarojambi. BPBD setempat memetakan daerah-daerah rawan tersebut yang tersebar di enam kecamatan, menyusul tingginya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Dari total wilayah rawan itu, dua di antaranya berstatus kelurahan dan 63 lainnya merupakan desa. Seluruh titik dinilai rentan terdampak luapan sungai maupun genangan akibat curah hujan tinggi.

Kumpeh Jadi Zona Paling Rawan, 17 Wilayah Terancam

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan pemetaan dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Curah hujan belakangan ini cukup tinggi dan terjadi hampir merata di sejumlah wilayah Muaro Jambi. Karena itu kami melakukan pemetaan daerah rawan banjir untuk mempercepat langkah penanganan jika terjadi kondisi darurat,” katanya.

Anari merinci enam kecamatan yang masuk dalam zona bahaya: Kumpeh, Kumpeh Ulu, Jambi Luar Kota (Jaluko), Taman Rajo, Sekernan, dan Maro Sebo. Seluruh wilayah ini berdampingan langsung dengan bantaran Sungai Batanghari.

Kecamatan Kumpeh menjadi yang paling terancam. Total 16 desa dan satu kelurahan di kecamatan tersebut masuk kategori rawan banjir.

Pemicu Banjir: Hujan Tinggi dan Dataran Rendah

BPBD mencatat, ancaman banjir dipicu kombinasi tiga faktor: tingginya curah hujan, meluapnya anak sungai, serta kondisi dataran rendah di sejumlah permukiman warga. Desa-desa yang berada di bantaran sungai disebut sebagai titik paling rentan ketika intensitas hujan meningkat dalam waktu lama.

“Langkah mitigasi penting dilakukan sejak dini agar dampak bencana bisa ditekan, terutama terhadap keselamatan warga,” sampainya.

Anari menegaskan bahwa saat ini status bencana hidrometeorologi di Kabupaten Muarojambi berada pada level siaga. Pihaknya meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rendah, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir maupun longsor.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih akan terjadi dalam minggu ini,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks