Guru Honorer di Muaro Jambi Kehilangan Tabungan 16 Tahun Rp116 Juta gegara Travel Umrah Gagal Berangkat, Polisi Turun Tangan

Penulis: Syafruddin Amir  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 15:51:01 WIB
Guru honorer di Muaro Jambi melaporkan travel umrah gagal berangkat setelah tabungan Rp116 juta hilang.

JAMBI — Muhammad Sazli Rais (38) mengadu ke polisi setelah perjalanan ibadah umrah yang sudah direncanakan matang bersama keluarga batal total. Guru honorer asal Tempino, Muaro Jambi, ini telah mentransfer total Rp116 juta untuk tiga paket umrah full Ramadan. Uang tersebut merupakan tabungannya sejak ia diangkat sebagai tenaga honorer pada 2010.

Tabungan 16 Tahun Ludes untuk Tiket ke Tanah Suci

Sazli mengaku nekat merogoh kocek besar karena ingin membawa istri dan neneknya beribadah di bulan suci. Ia awalnya membayar uang muka Rp7 juta, lalu melunasi sisanya. “Saya sudah lunasi pembayaran untuk tiga paket full Ramadan Rp35,9 juta, totalnya Rp116 juta untuk tiga orang. Itu tabungan saya selama menjadi honorer sejak 2010,” ujarnya.

Perlengkapan Sudah di Tangan, Doa Bersama Sudah Digelar

Pihak travel bahkan sudah memberikan perlengkapan umrah berupa tas, kain ihram, dan kelengkapan ibadah lainnya kepada Sazli dan keluarganya. Mereka dijadwalkan terbang pada 14 Februari 2026. Sebelum keberangkatan, Sazli dan keluarga juga telah mengikuti manasik serta menggelar doa bersama dengan tetangga di kampung.

Visa Belum Keluar Jadi Dalih, Calon Jemaah Dikumpulkan di Hotel

Harapan itu sirna keesokan harinya. Pada 15 Februari 2026, para calon jemaah yang gagal berangkat justru dikumpulkan di salah satu hotel di Kota Jambi. Saat itu, pihak travel berdalih bahwa visa keberangkatan belum seluruhnya keluar. Sazli yang sudah melunasi pembayaran pun merasa dibohongi.

Polda Jambi Sudah Periksa Sejumlah Pihak

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut kasus ini sudah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). “Sudah ditangani Krimum, sudah ada beberapa yang diperiksa. Nanti kami cek update-nya, ya,” katanya singkat.

Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan travel umrah di Indonesia yang kerap merugikan calon jemaah. Bagi Sazli, uang Rp116 juta bukan sekadar nominal, melainkan seluruh tabungan hidupnya selama mengabdi sebagai tenaga honorer. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan uang tersebut bisa dikembalikan atau kapan keberangkatan bisa dijadwalkan ulang.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: memoindonesia.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top