JAMBI — Penurunan harga ini membuat para pekebun kembali lesu setelah sebelumnya sempat menikmati tren kenaikan. Harga yang berlaku pekan depan tersebut merupakan acuan untuk TBS dari tanaman berusia 10 hingga 20 tahun.
Berapa Harga TBS untuk Berbagai Usia Tanam?
Disbun Provinsi Jambi merilis daftar harga yang bervariasi berdasarkan tingkat kematangan tanaman. Semakin tua usia sawit, semakin tinggi kadar minyak yang dikandung, sehingga harganya pun lebih mahal.
Berikut rincian harga TBS sawit di Jambi per kilogram untuk periode 15-21 Mei 2026:
- Usia 3 tahun: Rp 2.996,34
- Usia 4 tahun: Rp 3.216,87
- Usia 5 tahun: Rp 3.363,50
- Usia 6 tahun: Rp 3.502,99
- Usia 7 tahun: Rp 3.591,17
Mengapa Harga Sawit Kembali Tertekan?
Fluktuasi harga TBS di Jambi sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) global. Penurunan pekan ini sejalan dengan tren pelemahan pasar komoditas di tingkat internasional yang mulai terasa sejak beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini memukul langsung pendapatan harian petani di daerah sentra sawit seperti Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tebo. Sebagian besar petani masih mengandalkan harga jual TBS sebagai satu-satunya sumber penghasilan utama.
Berapa Kerugian Petani dari Penurunan Ini?
Dengan penurunan sebesar Rp 34,46 per kilogram, seorang petani yang memiliki satu hektare lahan dengan produksi rata-rata 2 ton per bulan kehilangan potensi pendapatan hingga hampir Rp 70 ribu. Meski nominalnya terlihat kecil, akumulasi penurunan dalam beberapa pekan terakhir mulai memberatkan ongkos produksi seperti pupuk dan tenaga panen.
Pemerintah provinsi melalui Disbun Jambi terus memantau perkembangan harga dan berkoordinasi dengan pabrik kelapa sawit (PKS) untuk memastikan transparansi penetapan harga di tingkat petani. Harga TBS periode berikutnya akan kembali diumumkan pekan depan.