JAMBI — Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi resmi menyandang status sebagai Migran Center Provinsi Jambi. Penunjukan langsung dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) ini menjadikan UBR satu dari hanya 17 perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya mengemban peran tersebut.
Rektor UBR, Dr. Filius Chandra, SE., MM., mengumumkan kabar ini di tengah prosesi wisuda ke-IV yang meluluskan 868 mahasiswa. Ia menyebut bahwa kepercayaan itu diraih setelah UBR dinilai mumpuni secara kualitas dan fasilitas untuk menjadi pusat edukasi, perlindungan, dan penyaluran tenaga kerja migran formal.
"Ini adalah sebuah kebanggaan besar bagi Universitas Baiturrahim. UBR yang tadinya dipandang lokal, kini siap berkiprah luas di tingkat nasional dan internasional," ujar Rektor dalam sambutannya.
UBR Jambi bukan kampus baru. Sebelum menjadi universitas pada 2024, institusi ini beroperasi sebagai Akademi Keperawatan (758 lulusan) dan STIKes (7.155 lulusan). Setelah bertransformasi, UBR melebarkan sayap ke luar bidang kesehatan dengan mendirikan Fakultas Humaniora yang menaungi tiga program studi baru: S1 Manajemen, S1 Hukum, dan S1 Psikologi—satu-satunya prodi psikologi di PTS se-Provinsi Jambi.
Pemeringkatan terbaru di media sosial menempatkan UBR di posisi Top 5 universitas terbaik tingkat provinsi, tepat di bawah kampus negeri besar seperti UNJA dan UIN. Rektor mengaitkan pencapaian ini dengan tingginya angka publikasi ilmiah dan performa institusi yang terus naik. Saat ini, lima dosen UBR telah menyelesaikan studi doktor, tiga sedang menempuh S3, dan lima lagi direncanakan melanjutkan pada tahun akademik 2026/2027.
Dari sisi digitalisasi, Rektor menegaskan bahwa seluruh sistem kampus kini sudah berbasis digital. "Tidak ada lagi sistem manual di kampus kita," katanya.
UBR memiliki 60 kerja sama lokal dan enam kerja sama nasional yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Pekanbaru, hingga Buleleng. Salah satu kemitraan strategis adalah dengan PT Pos Indonesia, BUMN tertua di Indonesia, serta kerja sama benchmarking penjaminan mutu dengan UNAMA Jambi.
Di panggung internasional, UBR menjalin kerja sama riset dan pengabdian dengan Centro Escolar University (Filipina) dan kemitraan dengan B2B Jepang untuk program magang dan kerja.
Salah satu peserta wisuda bahkan tidak bisa hadir langsung karena sudah resmi diterima bekerja di Jepang sebelum menyandang gelar kelulusan. Ia mengikuti prosesi wisuda secara khidmat melalui siaran langsung YouTube di sela-sela jam dinasnya di Negeri Sakura.
UBR juga kembali memfungsikan Kampus 2—bekas gedung asrama—yang memiliki dua gedung besar berkapasitas hingga 600 mahasiswa untuk menunjang proses belajar mengajar.