JAMBI — Penurunan harga terjadi pada dua jenis BBM diesel nonsubsidi. Dexlite dan Pertamina Dex mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Sayangnya, rincian nominal penurunan per wilayah belum dirinci dalam pengumuman resmi perusahaan.
Penurunan ini menjadi angin segar bagi pengguna kendaraan diesel di sektor logistik dan transportasi umum yang selama ini terbebani fluktuasi harga BBM global. Namun, pengguna diminta mengecek harga di masing-masing SPBU karena bisa berbeda antar daerah.
Di sisi lain, harga Pertamax Turbo—BBM dengan oktan tinggi untuk kendaraan performa tinggi—mengalami kenaikan di sejumlah wilayah. Kenaikan ini terutama akan dirasakan oleh pengguna mobil mewah dan kendaraan balap yang membutuhkan bahan bakar dengan RON 98.
Pertamina belum merinci besaran kenaikan dan wilayah mana saja yang terdampak. Namun, pola penyesuaian harga biasanya diterapkan secara bertahap di seluruh provinsi.
Bagi pengguna BBM subsidi, tidak ada perubahan harga sama sekali. Harga Pertalite (RON 90) masih dijual Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar (CN 51) tetap Rp 6.800 per liter. Kedua jenis BBM ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan umum yang terdaftar dalam program subsidi tepat sasaran pemerintah.
Kebijakan ini memastikan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah tidak terganggu oleh fluktuasi harga minyak dunia. Pemerintah dan Pertamina terus mengawasi distribusi agar subsidi tepat sasaran.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan setiap bulan oleh Pertamina dengan mengacu pada harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan biaya operasional. Berbeda dengan BBM subsidi yang harganya ditetapkan pemerintah, BBM nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamax Turbo mengikuti mekanisme pasar.
Penurunan harga diesel nonsubsidi kali ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh tren penurunan harga minyak mentah global dalam beberapa pekan terakhir. Sementara kenaikan Pertamax Turbo bisa jadi karena permintaan yang meningkat atau perubahan biaya produksi.
Konsumen disarankan untuk selalu mengecek harga di SPBU Pertamina terdekat sebelum mengisi bahan bakar. Harga di setiap SPBU bisa berbeda karena adanya biaya distribusi dan margin operator. Untuk informasi lebih detail, Pertamina menyediakan aplikasi MyPertamina dan situs resmi.
Bagi pengguna kendaraan diesel, penurunan harga ini bisa dimanfaatkan untuk mengisi penuh tangki. Namun, bagi pengguna Pertamax Turbo, bersiaplah dengan kemungkinan kenaikan biaya operasional kendaraan.