Harga TBS Kelapa Sawit di Merangin Jambi Rp2.420 per Kg, Petani Mulai Panen Raya

Penulis: Syafruddin Amir  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:32:16 WIB
Petani kelapa sawit di Merangin mulai panen raya dengan harga TBS Rp2.420 per kilogram.

MERANGINHarga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, mencapai Rp2.420 per kilogram pada pekan ini. Angka ini menjadi patokan utama bagi ribuan pekebun swadaya di daerah tersebut yang tengah memasuki musim panen raya.

Harga Acuan untuk Pekebun Swadaya

Nilai Rp2.420 per kg tersebut merupakan harga yang diterima langsung oleh petani dari pabrik kelapa sawit (PKS) di Merangin. Harga ini biasanya disesuaikan berdasarkan umur tanaman dan rendemen minyak sawit.

Informasi harga TBS ini menjadi penting bagi petani di Merangin, mengingat mayoritas perkebunan sawit di daerah itu dikelola oleh pekebun swadaya. Fluktuasi harga sangat mempengaruhi pendapatan harian mereka.

Fakta Singkat Harga TBS di Merangin

  • Harga saat ini: Rp2.420 per kilogram di tingkat petani.
  • Kondisi panen: Memasuki periode panen raya di beberapa kecamatan.
  • Pembeli utama: Pabrik kelapa sawit (PKS) lokal yang beroperasi di Kabupaten Merangin.

Mengapa Harga Ini Penting bagi Ekonomi Lokal?

Merangin merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit di Provinsi Jambi. Ribuan kepala keluarga menggantungkan hidup dari komoditas ini. Setiap perubahan harga TBS, sekecil apapun, langsung terasa di tingkat kampung.

Dengan harga Rp2.420 per kg, petani di Merangin masih bisa menutup biaya produksi seperti pupuk dan transportasi. Namun, mereka berharap harga bisa stabil di angka tersebut hingga masa panen raya berakhir.

Mekanisme Penetapan Harga TBS

Harga TBS di tingkat petani biasanya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara dinas perkebunan setempat, asosiasi petani, dan pihak pabrik. Faktor utama yang menentukan adalah harga crude palm oil (CPO) global dan biaya transportasi dari kebun ke pabrik.

Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan rutin memantau harga ini untuk memastikan tidak ada praktik monopoli yang merugikan petani.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: jambi.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top