Tagihan Listrik Membengkak, PLN Ungkap Biang Keroknya: Cuaca Panas dan Aktivitas di Rumah

Penulis: Ramli Ahmad  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 14:23:11 WIB
Cuaca panas meningkatkan penggunaan AC dan kipas angin, memicu kenaikan tagihan listrik rumah tangga.

JAMBI — Keluhan soal tagihan listrik yang melonjak tiba-tiba belakangan ramai di media sosial. Banyak pelanggan mengaku kaget saat menerima lembar tagihan, yang angkanya jauh di atas rata-rata bulan sebelumnya. Manajemen PT PLN (Persero) pun buka suara.

Pola Konsumsi Berubah Akibat Cuaca Panas

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa kenaikan tagihan bukan semata-mata karena kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Faktor utamanya adalah perubahan drastis pada kebiasaan konsumsi listrik masyarakat.

"Cuaca yang lebih panas dalam beberapa waktu terakhir membuat penggunaan AC dan kipas angin meningkat signifikan. Ini yang paling dominan mendorong kenaikan pemakaian," ujar Darmawan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (15/5). Selain itu, tren bekerja dan belajar dari rumah yang masih berlangsung turut menambah beban pemakaian listrik di siang hari.

Bukan Tarif Naik, Tapi Pemakaian yang Bertambah

PLN memastikan tidak ada penyesuaian tarif untuk pelanggan rumah tangga golongan R-1 dengan daya 450 VA hingga 1.300 VA. Kenaikan tagihan murni disebabkan oleh volume pemakaian yang lebih besar dari bulan sebelumnya.

Data internal PLN menunjukkan rata-rata konsumsi listrik rumah tangga naik 8-12 persen dalam dua bulan terakhir dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini terutama terjadi pada jam-jam puncak siang hari, saat suhu udara mencapai titik tertinggi.

Tips Mengontrol Tagihan di Tengah Cuaca Ekstrem

Untuk mengantisipasi tagihan yang terus membengkak, PLN mengimbau pelanggan melakukan efisiensi. Beberapa langkah sederhana seperti mengatur suhu AC di kisaran 24-26 derajat Celcius, mencabut charger yang tidak terpakai, dan menggunakan peralatan elektronik secara bergantian bisa membantu menekan konsumsi.

Pelanggan juga bisa memantau pemakaian harian secara real-time melalui aplikasi PLN Mobile. Dengan begitu, konsumsi listrik bisa dikontrol sebelum tagihan bulanan diterbitkan.

Fenomena cuaca panas yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan membuat potensi kenaikan tagihan masih terbuka lebar. PLN berjanji akan terus melakukan sosialisasi efisiensi energi kepada masyarakat agar beban pengeluaran rumah tangga tidak semakin berat.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top